Rebalancing MSCI Segera Berlaku, Cek Saham yang Terdampak & Rekomendasi Analis
Kamis, 27 Agustus 2026 06:01 WIB
Oleh: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi volatilitas menjelang berlakunya hasil rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk periode Agustus 2026. Hasil rebalancing tersebut akan efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan mulai tercermin pada perdagangan berikutnya. Dalam perubahan indeks kali ini, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) keluar dari kategori Global Standard.
Sementara itu, sembilan saham dikeluarkan dari kategori Small Cap MSCI, yakni ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI. Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy menilai risiko akibat perubahan indeks tersebut masih ada dalam jangka pendek. Namun, sebagian dampaknya dinilai sudah tercermin dalam pergerakan pasar sebelumnya. Baca Juga: Saham CMRY Bayar Dividen Interim Rp 793 M, Cek Jadwal Pembayaran & Rekomendasi Analis IHSG Berpotensi Volatil di 6.400-6.600 Menurut Budi, tekanan pasar berpotensi paling terasa menjelang penutupan perdagangan 31 Agustus 2026, terutama pada saham-saham yang keluar atau mengalami penurunan kelas dalam indeks MSCI. Meski demikian, dampak rebalancing terhadap IHSG secara keseluruhan diperkirakan relatif terbatas. "Saya melihat IHSG masih cenderung volatil di kisaran 6.400-6.600 dalam jangka pendek," ujar Budi, Rabu (26/8/2026). Selain MSCI, terdapat sejumlah faktor lain yang berpotensi menjadi penggerak IHSG hingga beberapa bulan ke depan. Sentimen tersebut antara lain pergerakan nilai tukar rupiah, rencana rebalancing FTSE, kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed, dinamika imbal hasil US Treasury, serta perkembangan konflik geopolitik global. Tonton: USS Abraham Lincoln OTW Thailand, Kapal Induk AS Cetak Rekor 200 Hari di Laut Demo 27 Agustus Jadi Risiko Pasar Budi juga mencermati rencana demonstrasi sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Menurut dia, aksi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan kepada pasar apabila berkembang menjadi eskalasi atau berakhir dengan kericuhan. Sebaliknya, apabila demonstrasi berlangsung tertib, dampaknya terhadap pasar saham diperkirakan tidak akan terlalu besar. Budi menilai pergerakan rupiah justru perlu mendapat perhatian lebih besar dari investor. "Perkembangan rupiah justru lebih penting karena pelemahan tajam bisa memicu outflow asing," imbuhnya. Pelemahan rupiah yang signifikan dapat meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko pasar domestik dan berpotensi mendorong keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia. IHSG Berpeluang ke 7.000 hingga Akhir Tahun Untuk periode hingga akhir 2026, Budi memperkirakan IHSG berpeluang bergerak menuju kisaran 6.700-7.000. Level 7.000 dinilai masih dapat dicapai apabila sejumlah kondisi pendukung terpenuhi, terutama stabilnya nilai tukar rupiah, membaiknya aliran dana asing, serta meredanya tekanan dari penyedia indeks global. Dari sisi sektoral, Budi melihat beberapa sektor masih memiliki prospek yang relatif menarik hingga akhir tahun. Sektor tersebut mencakup teknologi, telekomunikasi, konsumer defensif, serta sejumlah emiten berbasis komoditas. Tonton: MRT Bundaran HI Punya Ruang Bawah Tanah Baru, Ada 25 Gerai Ritel hingga Akses Plaza Indonesia Strategi Investor Hadapi MSCI Rebalancing Menghadapi potensi volatilitas, Budi menyarankan investor tidak terburu-buru mengambil posisi secara agresif.
Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan akumulasi secara bertahap pada saham dengan fundamental dan likuiditas yang kuat, sembari tetap menyisakan sebagian dana dalam bentuk kas. Menurutnya, tekanan teknikal yang muncul akibat rebalancing MSCI dapat menjadi peluang akumulasi apabila tidak disertai perubahan pada fundamental perusahaan. Dengan demikian, investor perlu membedakan antara tekanan yang muncul akibat faktor teknikal indeks dan perubahan fundamental emiten sebelum mengambil keputusan investasi.
665 Prajurit TNI Diterbangkan ke Kalimantan, Perkuat Penanganan Karhutla