KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Interpol resmi menerbitkan Red Notice terhadap buronan kasus dugaan korupsi Muhammad Riza Chalid (MRC). Namun, Polri mengungkapkan proses penerbitan notifikasi internasional tersebut memakan waktu cukup panjang lantaran harus melewati uji ketat di Markas Besar Interpol di Lyon, Prancis, terutama untuk memastikan perkara tersebut merupakan tindak pidana murni dan bukan bermuatan politik. Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter), Polri Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, menyatakan Red Notice atas nama MRC telah terbit pada Jumat, 23 Januari 2026, dan langsung disirkulasikan ke seluruh 196 negara anggota Interpol. Sejak saat itu, Polri mengklaim telah memetakan keberadaan buronan tersebut dan menempatkan personel di negara tempat MRC berada. “Kami pastikan yang bersangkutan berada di salah satu negara anggota Interpol. Keberadaannya sudah kami petakan dan pantau. Tim juga sudah berada di negara yang bersangkutan,” ungkap Untung dalam doorstop di Lobi Divhumas Polri, Minggu (1/2/2026).
Red Notice Muhammad Riza Chalid Terbit, Polri Klaim Tim Sudah di Luar Negeri
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Interpol resmi menerbitkan Red Notice terhadap buronan kasus dugaan korupsi Muhammad Riza Chalid (MRC). Namun, Polri mengungkapkan proses penerbitan notifikasi internasional tersebut memakan waktu cukup panjang lantaran harus melewati uji ketat di Markas Besar Interpol di Lyon, Prancis, terutama untuk memastikan perkara tersebut merupakan tindak pidana murni dan bukan bermuatan politik. Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter), Polri Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, menyatakan Red Notice atas nama MRC telah terbit pada Jumat, 23 Januari 2026, dan langsung disirkulasikan ke seluruh 196 negara anggota Interpol. Sejak saat itu, Polri mengklaim telah memetakan keberadaan buronan tersebut dan menempatkan personel di negara tempat MRC berada. “Kami pastikan yang bersangkutan berada di salah satu negara anggota Interpol. Keberadaannya sudah kami petakan dan pantau. Tim juga sudah berada di negara yang bersangkutan,” ungkap Untung dalam doorstop di Lobi Divhumas Polri, Minggu (1/2/2026).