KONTAN.CO.ID - JAKARTA. RedDoorz memperkuat pengawasan kualitas layanan hotel dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI). Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi masalah, mengelompokkan temuan audit, hingga memastikan keluhan pelanggan ditangani oleh tim yang tepat. SVP of Product & Data RedDoorz Nitin Vyas mengatakan, sistem pengawasan tersebut mengacu pada Inspecto, platform audit properti yang dikembangkan secara internal dan mulai diterapkan sejak 2025.
Baca Juga: Ajinomoto Sertifikasi Halal Seluruh Gudang Cabang di Lima Kota Melalui Inspecto, tim hotel dapat melakukan audit secara digital terhadap kebersihan kamar dan kamar mandi, fasilitas, area sekitar properti, hingga kepatuhan staf terhadap prosedur layanan. Setiap temuan audit secara otomatis diteruskan kepada tim terkait untuk ditindaklanjuti dan baru dapat ditutup setelah perbaikan selesai serta diverifikasi. “Platform ini memungkinkan tim hotel untuk menjalankan audit secara digital tanpa kertas (paperless) yang fleksibel,” ujar Nitin dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026). Sepanjang 2026, RedDoorz telah melakukan 4.900 audit di lebih dari 1.500 properti menggunakan Inspecto. Audit tersebut mencakup portofolio multi-brand perusahaan, yakni RedDoorz, SANS, UrbanView, The Lavana, Sunerra, dan Mitra RedDoorz.
Baca Juga: 9 Investor Bidik Bisnis Data Center di Indonesia, Butuh Listrik hingga 2,7 GW Selain audit berbasis AI, perusahaan juga menjalankan pemeriksaan langsung dan mystery audit untuk menilai kualitas pelayanan staf, kondisi kamar, kebersihan area umum, serta ketersediaan fasilitas yang dijanjikan kepada tamu. RedDoorz mengombinasikan teknologi dengan pengawasan manusia. AI membantu mempercepat identifikasi dan pengelompokan masalah, sedangkan penilaian operasional, verifikasi, dan tindak lanjut tetap melibatkan tim internal. Ulasan pelanggan juga diintegrasikan ke dalam RedPilot, instrumen berbasis AI yang dikembangkan RedDoorz untuk membantu manajer hotel. Melalui sistem tersebut, masukan dan temuan audit dapat diubah menjadi peringatan operasional serta tugas bagi staf. Dengan pendekatan ini, keluhan berulang mengenai kebersihan, kondisi kamar, proses check-in, layanan, dan fasilitas dapat menjadi dasar perbaikan menyeluruh, bukan sekadar ditangani sebagai kasus individual.
Baca Juga: Laba Antam (ANTM) Melonjak 46% Jadi Rp 9,66 Triliun hingga September 2026 Menurut perusahaan, properti yang dikelola langsung RedDoorz saat ini mencatat skor 9,2 dari maksimal 10 berdasarkan penilaian tamu melalui aplikasi RedDoorz dan mitra utama online travel agent (OTA). Peningkatan kualitas tersebut didukung renovasi properti, pembaruan amenitas, serta penguatan standar keamanan dan operasional. Di luar pemanfaatan teknologi, RedDoorz juga memperkuat kompetensi tenaga kerja. Sejak 2016, lebih dari 40.000 staf hotel telah mengikuti pelatihan operasional perhotelan dan standar layanan. Program peningkatan kompetensi terbaru yang diluncurkan pada akhir 2025 telah menjangkau lebih dari 250 staf. Founder & CEO RedDoorz Amit Saberwal mengatakan, perusahaan juga menyediakan layanan tambahan opsional Assured Stay.
Baca Juga: Pendapatan LTLS Capai Rp 8,2 Triliun di Kuartal III 2026, Laba Meningkat 63,1% Layanan ini memungkinkan tamu mengajukan pengembalian dana sebesar 50% dari harga menginap apabila fasilitas yang dijanjikan tidak tersedia atau kondisi kamar berbeda dari yang ditampilkan saat pemesanan. RedDoorz mencatat klaim Assured Stay terjadi pada kurang dari 2% pemesanan. Setiap klaim yang telah divalidasi akan ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan di properti terkait. Ke depan, perusahaan berencana memperluas pemantauan kualitas berbasis AI, pelatihan staf, standar keselamatan, dan pengawasan operasional untuk menjaga konsistensi layanan di seluruh jaringan propertinya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News