KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijkan Fiskal dan Makro Ekonomi Masyita Crystallin mengatakan, reformasi struktural diperlukan dalam rangka mengubah fundamental ekonomi Indonesia agar sisi penawaran dan sisi permintaan meningkat, dan ekonomi dapat tumbuh di atas potensial. “Dengan pandemi Covid-19, pertumbuhan potensial Indonesia, dan banyak negara lainnya mengalami penurunan. Sisi permintaan dan sisi penawaran perlu terus di dorong untuk menjaga agar perekonomian tidak mengalami kontraksi yang terlalu besar dan lama,” ujar Masyita kepada Kontan.co.id, Senin (17/8). Sebelum wabah Covid-19, pertumbuhan potensial Indonesia berada di kisaran 5%. Hal ini dipengaruhi beberapa hal seperti produktivitas dan nilai tambah (value added) yang belum memadai. Perekonomian Indonesia, berdasarkan data, masih bergantung pada sektor komoditas, industri dan jasa yang memiliki nilai tambah rendah.
Reformasi struktural diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijkan Fiskal dan Makro Ekonomi Masyita Crystallin mengatakan, reformasi struktural diperlukan dalam rangka mengubah fundamental ekonomi Indonesia agar sisi penawaran dan sisi permintaan meningkat, dan ekonomi dapat tumbuh di atas potensial. “Dengan pandemi Covid-19, pertumbuhan potensial Indonesia, dan banyak negara lainnya mengalami penurunan. Sisi permintaan dan sisi penawaran perlu terus di dorong untuk menjaga agar perekonomian tidak mengalami kontraksi yang terlalu besar dan lama,” ujar Masyita kepada Kontan.co.id, Senin (17/8). Sebelum wabah Covid-19, pertumbuhan potensial Indonesia berada di kisaran 5%. Hal ini dipengaruhi beberapa hal seperti produktivitas dan nilai tambah (value added) yang belum memadai. Perekonomian Indonesia, berdasarkan data, masih bergantung pada sektor komoditas, industri dan jasa yang memiliki nilai tambah rendah.