KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mengumumkan bahwa telah melampaui target produksi sepanjang tahun 2025. Dengan detail capaian meliputi produksi Migas sebesar 208.5 Mboepd (ribu barel minyak per hari) atau 100.4% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan lifting migas sebesar 171.0 Mboepd atau 102.9%. Adapun, sepanjang 2025 Regional Indonesia Timur juga berhasil melakukan 6 Bor Sumur Eksplorasi ,12 Bor Sumur Pengembangan dan 17
workover sumur.
Melanjutkan capaian tahun lalu, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mengumumkan akan terus menggali potensi minyak dan gas yang ada di Timur Indonesia untuk mencapai target produksi. Untuk mencapai target tersebut, Regional Indonesia Timur terus melakukan berbagai upaya seperti program kerja
workover, pemboran sumur pengembangan maupun sumur eksplorasi untuk menambah resources, serta Enhanced Oil Recovery seperti CO2
flood yang saat ini sedang dikembangkan di Lapangan Sukowati. Penerapan teknologi digitalisasi dilakukan dengan cukup agresif untuk mendukung pencapaian target tersebut.
Baca Juga: Produksi Minyak Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 9 Tembus 22,6 Ribu Barel per Hari Hal itu disampaikan Direktur Regional Indonesia Timur, Ruby Mulyawan dalam pemaparannya di Town Hall Meeting yang dikuti oleh seluruh perwira baik secara offline dan online pada Senin, 9 Maret 2026. Untuk mencapai target tersebut juga diperlukan keseragaman tata nilai atau aturan-aturan yang mengarahkan ketujuan tersebut. Yang pertama aspek HSSE yang terus diterapkan secara disiplin. “Penerapan HSSE ini menjadi fokus utama yang dilakukan baik di kantor regional dan zona-zona,” tambah Ruby dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (20/03/2026). Komitmen dalam memenuhi target dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta integritas dalam menjalankan proses bisnis dan pengelolaan pemangku kepentingan baik di internal maupun eksternal perusahaan yang dekat dengan wilayah operasi. Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan Tri Winarno, Komisaris Pertamina EP Cepu yang turut hadir dalam acara Town Hall.
Baca Juga: Produksi Minyak Pertamina EP Zona 4 Tembus 27.642 Bopd pada 2025 “Kinerja 2025 cukup baik, performance produksi dan lifting tercapai. Untuk tahun 2026, kita perlu memperhatikan kondisi geopolitik global yang tentu akan berpengaruh pada industri migas, sehingga kita dapat tetapkan strategi yang tepat”, ujar Tri. Pada tahun 2025, perusahaan juga mendapatkan berbagai pengakuan berupa penghargaan dari pihak eksternal, baik Internasional dan Nasional. Penghargaan ini, lanjut Ruby, tentunya dicapai berkat kinerja yang maksimal dan usaha terbaik seluruh Perwira Regional 4 Indonesia Timur yang diberikan kepada perusahaan.
Sebagai informasi, regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina merupakan pengelola hulu migas yang secara geografi tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua yang terdiri dari aset offshore dan onshore. Selain itu, terdapat 1 aset
downstream yaitu Donggi Senoro LNG. Wilayah kerja di bawah Regional Indonesia Timur yaitu Zona 11 (Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java), Zona 12 (Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip), Zona 13 (Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait, Melati), dan Zona 14 (Papua, Salawati, Salawati Basin, Binaiya).
Baca Juga: Produksi Migas Meningkat, PEP Zona 4 Laporkan EBITDA 2025 Senilai US$887,44 Juta Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News