JAKARTA. Regulasi yang ketat tak menjadi hambatan bagi industri rokok untuk tumbuh. Contohnya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang mencatatkan kinerja positif di sepanjang tahun lalu. Analis Ciptadana Securities Maula Adini Putri dalam risetnya pada 15 April 2015 menyebutkan, tahun lalu GGRM membukukan kenaikan pendapatan 18% secara year on year (yoy) menjadi Rp 65,18 triliun. Menurut Maula, hasil yang positif itu didorong oleh kombinasi dari kenaikan harga dan volume penjualan selama pemilu. "Secara keseluruhan, kami puas dengan hasil kinerja GGRM di 2014, pasalnya raihan tersebut mewakili 96%-99% target laba usaha dan laba bersih," tulis dia. Ia juga memaparkan di tahun lalu utang GGRM mencapai level tertingginya yakni sebesar Rp 18 triliun. Jumlah tersebut lebih banyak dialokasikan sebagai dana belanja modal perusahaan dalam empat tahun terakhir. Makanya, tak heran jika di 2014 net gearing GGRM meningkat menjadi 50% dari tahun sebelumnya yakni 40%. Meski naik, Maula menilai angka tersebut masih dalam level yang nyaman. Sementara untuk di tahun ini para analis menilai para perusahaan perlu kembali berjuang untuk mempertahankan bisnisnya. Karena, ada regulasi baru dari pemerintah yang sudah bersiap untuk diberlakukan.
Regulasi ketat, bisnis Gudang Garam tetap mengepul
JAKARTA. Regulasi yang ketat tak menjadi hambatan bagi industri rokok untuk tumbuh. Contohnya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang mencatatkan kinerja positif di sepanjang tahun lalu. Analis Ciptadana Securities Maula Adini Putri dalam risetnya pada 15 April 2015 menyebutkan, tahun lalu GGRM membukukan kenaikan pendapatan 18% secara year on year (yoy) menjadi Rp 65,18 triliun. Menurut Maula, hasil yang positif itu didorong oleh kombinasi dari kenaikan harga dan volume penjualan selama pemilu. "Secara keseluruhan, kami puas dengan hasil kinerja GGRM di 2014, pasalnya raihan tersebut mewakili 96%-99% target laba usaha dan laba bersih," tulis dia. Ia juga memaparkan di tahun lalu utang GGRM mencapai level tertingginya yakni sebesar Rp 18 triliun. Jumlah tersebut lebih banyak dialokasikan sebagai dana belanja modal perusahaan dalam empat tahun terakhir. Makanya, tak heran jika di 2014 net gearing GGRM meningkat menjadi 50% dari tahun sebelumnya yakni 40%. Meski naik, Maula menilai angka tersebut masih dalam level yang nyaman. Sementara untuk di tahun ini para analis menilai para perusahaan perlu kembali berjuang untuk mempertahankan bisnisnya. Karena, ada regulasi baru dari pemerintah yang sudah bersiap untuk diberlakukan.