KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik perlu dilakukan secara lebih seimbang dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian, investasi, dan penyerapan tenaga kerja. Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, menurutnya, penyusunan regulasi juga harus memperhatikan keberlangsungan ekosistem industri hasil tembakau (IHT) yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Jawa Timur. “KADIN Jawa Timur mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, namun kebijakan yang disusun juga harus mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, serta keberlanjutan ekosistem Industri Hasil Tembakau,” ujar Adik kepada KONTAN, Jumat (17/7/2026).
Regulasi Tembakau Terlalu Ketat Berisiko Tekan Investasi dan Tenaga Kerja
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik perlu dilakukan secara lebih seimbang dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian, investasi, dan penyerapan tenaga kerja. Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, menurutnya, penyusunan regulasi juga harus memperhatikan keberlangsungan ekosistem industri hasil tembakau (IHT) yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Jawa Timur. “KADIN Jawa Timur mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, namun kebijakan yang disusun juga harus mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, serta keberlanjutan ekosistem Industri Hasil Tembakau,” ujar Adik kepada KONTAN, Jumat (17/7/2026).