Regulator Inggris Selidiki Rencana Merger AkzoNobel Axalta



KONTAN.CO.ID – LONDON. Rencana merger senilai US$ 25 miliar antara produsen cat AkzoNobel dan pesaingnya, Axalta Coating Systems, mulai mendapat sorotan regulator Inggris. Competition and Markets Authority (CMA) pada Kamis (17/9) membuka penyelidikan untuk menilai dampak transaksi tersebut terhadap persaingan di pasar Inggris.

Mengutip Reuters (17/9), CMA akan mengkaji apakah penggabungan kedua perusahaan itu berpotensi mengurangi persaingan secara signifikan. Regulator juga akan menentukan apakah transaksi tersebut memenuhi kriteria sebagai merger yang relevan berdasarkan Enterprise Act 2002.

Dalam tahap awal penyelidikan atau Phase 1, CMA menetapkan 11 November 2026 sebagai batas waktu untuk mengambil keputusan. Hasil kajian tersebut akan menentukan apakah transaksi dapat dilanjutkan atau perlu menjalani pemeriksaan persaingan yang lebih mendalam.


AkzoNobel, produsen cat yang menaungi merek Dulux, sebelumnya mengumumkan rencana penggabungan dengan Axalta pada November 2025. Transaksi itu dirancang membentuk perusahaan gabungan dengan nilai perusahaan atau enterprise value sekitar US$ 25 miliar.

Merger tersebut akan menyatukan dua pemain besar di industri pelapis dan cat global. Karena itu, regulator perlu menilai apakah kombinasi bisnis keduanya akan mengurangi pilihan bagi pelanggan atau memperkuat posisi perusahaan gabungan di pasar tertentu.

Bagi AkzoNobel dan Axalta, merger diharapkan menciptakan perusahaan dengan skala bisnis yang lebih besar. Namun, besarnya nilai transaksi juga membuat aspek persaingan menjadi perhatian regulator, terutama jika penggabungan berpotensi meningkatkan konsentrasi pasar.

AkzoNobel merupakan perusahaan asal Belanda yang dikenal melalui merek Dulux, sementara Axalta berbasis di Amerika Serikat dan bergerak di bisnis pelapis untuk sektor otomotif, industri, serta berbagai aplikasi lainnya.