KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tantangan kerusakan lingkungan dan meningkatnya luas lahan kritis di Indonesia, pelaksanaan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan kritis nasional saat ini masih mencapai sekitar 12,7 juta hektare. Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat laju kehilangan hutan global mencapai sekitar 7,8 juta hektare per tahun selama periode 2010–2018. Sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan lingkungan, PT Bumi Morowali Utama (BMU) melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS) di kawasan hutan lindung Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini menjadi langkah perusahaan melestarikan lingkungan sekaligus pemenuhan kewajiban sesuai regulasi pemerintah.
Rehabilitasi DAS Jadi Kunci Atasi 12,7 Juta Hektare Lahan Kritis Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tantangan kerusakan lingkungan dan meningkatnya luas lahan kritis di Indonesia, pelaksanaan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan kritis nasional saat ini masih mencapai sekitar 12,7 juta hektare. Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat laju kehilangan hutan global mencapai sekitar 7,8 juta hektare per tahun selama periode 2010–2018. Sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan lingkungan, PT Bumi Morowali Utama (BMU) melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS) di kawasan hutan lindung Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini menjadi langkah perusahaan melestarikan lingkungan sekaligus pemenuhan kewajiban sesuai regulasi pemerintah.