REI: Harga properti dibanding tahun lalu naik 5% sampai 7%



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Real Estate Indonesia (REI) menyebut bahwa di tahun ini ada kenaikan harga properti secara umum yakni di kisaran 5% sampai 7%. Adapun di tahun ini, REI melihat harga properti bakal lebih stabil dalam hal ini menunggu adanya kenaikan permintaan.

Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida menjelaskan, secara quarter on quarter, harga properti di Indonesia masih disebutnya stabil. “Kalau permintaan sudah ada baru naik, sebab properti kalau sudah naik harganya sulit turun, loh,” katanya kepada Kontan.co.id pada Selasa (13/8).

Baca Juga: Menteri PUPR menyebut permintaan rumah subsidi terus bertambah


Tahun ini, REI menargetkan industri properti bakal tumbuh 10% dibanding penjualan tahun 2018. Namun, kata Totok, hal itu bergantung pada bagaimana pemerintah konsisten dalam memberikan relaksasi-relaksasi yang diberikan di industri properti.

Sampai kuartal II 2019 diakui Totok bahwa industri properti masih kurang bergairah. Di kuartal III 2019, kata Totok baru ada kenaikan permintaan yang diperkirakan karena kondisi politik yang sudah dinilai aman.

Sementara pada kuartal IV 2019, Totok melihat periode tersebut bakal menjadi penentu target pertumbuhan industri properti 10%. Periode tersebut diyakini Totok jadi yang paling berkontribusi pada target pertumbuhan 10% itu. “Tapi ada pengaruh situasi politik juga, tergantung nanti menteri di kabinet yang baru siapa,” tambahnya.

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan perlambatan kenaikan harga properti di kuartal II 2019 ini. Jika sebelumnya Indeks Harga Properti Residensial menunjukkan adanya kenaikan harga properti sebesar 0,49% di kuartal I 2019 dibandingkan kuartal IV 2018, maka di kuartal II 2019 kenaikan hanya 0,2% dibandingkan kuartal II 2019.

Baca Juga: Penyelesaian RUU Pertanahan akan berdampak positif bagi perusahaan properti

Volume penjualan properti residensial pada kuartal II 2019 juga mengalami penurunan 15,9% dibanding kuartal I 2019. Padahal di kuartal I 2019, terjadi pertumbuhan volume penjualan dibanding kuartal IV 2018 sebesar 23,77%.

Rumah tipe kecil dan menengah menjadi faktor penurunan volume penjualan tersebut. Melemahnya daya beli, suku bunga KPR tinggi, dan tingginya harga rumah disebut BI menjadi faktor yang menyebabkan penurunan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini