Reid Hoffman, Co-Founder LinkedIn, Mundur dari Dewan Direksi Microsoft



KONTAN.CO.ID - Reid Hoffman, miliarder sekaligus salah satu pendiri (co-founder) situs jejaring profesional LinkedIn, telah memutuskan untuk tidak mencalonkan diri kembali dalam pemilihan dewan direksi Microsoft pada rapat umum pemegang saham tahunan 2026.

Informasi tersebut disampaikan oleh raksasa perangkat lunak tersebut dalam keterbukaan informasi pada hari Jumat (5/6/2026) dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Gebrakan Energi India: Rilis Bahan Bakar E85, Diklaim Lebih Hemat 20 Rupee Per Liter


Hoffman, yang telah mengabdi di jajaran dewan direksi Microsoft sejak tahun 2017, akan tetap menjalankan tugasnya hingga rapat pemegang saham tersebut digelar.

Microsoft menegaskan bahwa keputusan Hoffman ini murni merupakan pilihan pribadi dan bukan disebabkan oleh adanya perselisihan atau ketidaksepakatan dengan jajaran eksekutif terkait kebijakan maupun operasional perusahaan.

Jejak Sejarah dengan Microsoft

Hubungan erat antara Hoffman dan Microsoft berakar sejak satu dekade lalu. Pada tahun 2016, ia menjual LinkedIn ke Microsoft senilai US$26,2 miliar.

Nilai tersebut menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah Microsoft pada masa itu.

Baca Juga: Data Pekerjaan AS Memanas: Ujian Berat Menanti Kevin Warsh di Rapat Perdana The Fed

Di bawah naungan Microsoft, platform jejaring sosial profesional tersebut terus berkembang pesat hingga kini memiliki lebih dari 1,3 billion (1,3 miliar) anggota di seluruh dunia.

Selain perannya di LinkedIn dan Microsoft, pria berusia 58 tahun ini dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam perkembangan industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Pada tahun 2022, Hoffman ikut mendirikan Inflection AI bersama Mustafa Suleyman demi merebut posisi terdepan di sektor teknologi AI yang tengah tumbuh masif.

Hoffman juga memiliki reputasi mentereng sebagai investor bertangan dingin di Silicon Valley. Ia merupakan sosok yang memimpin putaran pendanaan Seri A untuk Airbnb pada tahun 2010.

Baca Juga: WTO: Pertumbuhan Perdagangan Barang Global Mulai Melambat pada 2026

Selain itu, melalui perusahaan modal ventura Greylock Partners, ia juga tercatat memberikan pendanaan strategis untuk perusahaan teknologi kemudi otonom, Aurora, pada tahun 2018 lalu.