Rekening Emas BRI Tembus 3,05 Juta, Melonjak 1.004% hingga September 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat lonjakan adopsi layanan investasi emas melalui aplikasi BRImo. Hingga September 2026, jumlah Rekening Emas BRI mencapai 3,05 juta rekening aktif, tumbuh 1.004% dibandingkan sekitar 276.000 rekening pada September 2025.

Pertumbuhan tersebut terjadi setelah BRI menghadirkan fitur Open Bundling Emas di BRImo. Fitur ini memungkinkan nasabah membuka Rekening Emas langsung melalui alur transaksi transfer dengan mengaktifkan pilihan (toggle), tanpa perlu keluar dari proses transaksi.

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, pertumbuhan Rekening Emas menunjukkan bahwa kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pemanfaatan layanan investasi digital.


Menurutnya, transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan fitur baru, tetapi bagaimana teknologi dapat menyederhanakan akses nasabah terhadap berbagai kebutuhan finansial.

Baca Juga: Laba BSI Tembus Rp 5,3 Triliun, Tumbuh 10,07% pada Agustus 2026

"Melalui Open Bundling Emas, kami menghadirkan akses investasi langsung dalam alur transaksi di super app BRImo, sehingga proses pembukaan Rekening Emas dapat berlangsung secara lebih praktis dan terintegrasi,” ujar Saladin dalam siaran pers, Senin (5/10).

Selain Open Bundling Emas, BRI mengintegrasikan sejumlah layanan investasi emas dalam BRImo, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, hingga Transfer Emas.

Tabungan Emas dapat dibeli mulai dari Rp10.000 atau 0,1 gram dengan harga real-time. Sementara Cicil Emas tersedia mulai 0,5 gram dengan uang muka (DP) mulai 15% dan tenor 3-36 bulan.

Adapun Transfer Emas memungkinkan nasabah mengirim emas antar-Rekening Emas mulai dari 0,01 gram secara real-time tanpa biaya.

Lonjakan jumlah Rekening Emas tersebut juga diikuti peningkatan aktivitas transaksi emas BRI sepanjang Januari-Agustus 2026.

BRI mencatat total volume penjualan produk emas mencapai Rp5,13 triliun, tumbuh 217,42% secara tahunan (yoy). Sementara itu, frekuensi transaksi menembus 9,01 juta transaksi, atau melonjak 658,97% yoy.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh berbagai lini produk emas. Transaksi Beli Emas mencatat volume Rp757,42 miliar, naik 586,39% yoy, dengan frekuensi mencapai 6,09 juta transaksi atau tumbuh 3.011,01%.

Baca Juga: Perluasan MDR QRIS 0% Berlaku, BTN Andalkan Pertumbuhan Transaksi Merchant

Sementara itu, Top Up Emas mencapai Rp2,23 triliun dengan 1,67 juta transaksi. Adapun Jual Emas tercatat Rp1,82 triliun dengan 885.292 transaksi.

Di sisi lain, fitur cicilan emas juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pengajuan Cicil Emas melonjak 1.530,67% yoy. Sementara transaksi Cetak Emas tumbuh 109,09% secara volume.

Saladin mengatakan, BRI akan terus mengembangkan layanan investasi emas agar semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari nasabah.

“Bagi kami, investasi perlu hadir sedekat mungkin dengan keseharian nasabah dan menjadi bagian dari cara nasabah mengelola keuangan. Karena itu, BRI terus mengembangkan layanan yang relevan dengan gaya hidup dan kebutuhan nasabah, agar investasi dapat dimulai dengan lebih mudah dan dilakukan secara terencana,” pungkas Saladin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News