Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas, Kamis (15/6): Buy BRIS, SMRA, dan MAPI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi, turun 0,29% ke posisi 6.699,71 pada perdagangan Rabu (14/6). Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih memprediksi, IHSG bergerak mixed dalam rentang 6.670 – 6.755 pada Kamis (15/6).

Ratih memprediksi sejumlah informasi yang layak dicermati. Dari dalam negeri, DPR-RI menyetujui pagu indikatif Kementerian Keuangan senilai Rp48,35 triliun untuk tahun anggaran 2024.

Pagu indikatif terbagi kedalam lima program yaitu Kebijakan Fiskal sebesar Rp40,23 miliar, Pengelolaan Penerimaan Negara mencapai Rp2,48 triliun, serta Pengelolaan Belanja Negara senilai Rp28,74 triliun.


Program lainnya yaitu Perbendaharaan Kekayaan Negara dan Risiko (PKNR) sebesar Rp310 miliar, dan pagu terbesar berada pada program Dukungan Manajemen, yang di dalamnya mencakup gaji dan biaya operasional, mencapai Rp45,49 triliun.

Sebagian besar pagu indikatif akan bersumber dari rupiah murni sebesar Rp38,9 triliun, sementara Rp21 triliun berasal dari PNBP.

Baca Juga: Hari Ini (15/6) RUPS Bukit Asam, Berikut Prediksi Pembayaran Dividen Jumbo Saham PTBA

Dari mancanegara, tingkat inflasi tahunan harga konsumen inti di Amerika Serikat (AS), yang tidak termasuk barang-barang yang mudah menguap seperti makanan dan energi, di bulan Mei 2023 turun ke level 5,3% terendah sejak November 2021. Namun sesuai espektasi pasar, dari level 5,5% pada bulan sebelumnya.

Secara bulanan, harga konsumen inti di bulan Mei 2023 naik 0,4% dari bulan sebelumnya. Sedangkan, inflasi harga konsumen AS turun menjadi 4% pada Mei 2023, terendah sejak Maret 2021 dan sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,1%, didorong oleh penurunan harga energi.

Biaya energi merosot 11,7% dibandingkan April 2023 sebesar -5,1%. Secara bulanan, harga konsumen di bulan Mei 2023 naik tipis 0,1% setelah meningkat 0,4% pada April 2023.

Berikut rekomendasi saham pilihan dari Ajaib Sekuritas untuk Kamis (15/6):

1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Rekomendasi buy mencermati harga Rp 1.670.

Target harga: Rp 1.720

Stop loss: < Rp 1.600

Membentuk pola inverted hammer berpotensi reversal dari bearish jangka pendek. Stochastic oscillator goldencross di area oversold dan MACD bar histogram melemah terbatas.

Tren positif pembiayaan syariah yang semakin tumbuh membuat BRIS terus melakukan ekspansi. Pada tahun 2023 BRIS menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp580 miliar yang digunakan untuk akselerasi layanan digital dan keamanan data.

 
BRIS Chart by TradingView

2. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Rekomendasi buy mengamati harga Rp 700

Target harga: Rp 720

Stop loss: < Rp 670

Pada major tren SMRA bergerak bullish di atas MA-20 dan MA-100, berpotensi bullish continuation membentuk pola morning star. MACD line berada di atas centerline.

SMRA per Maret 2023 membukukan penjualan marketing senilai Rp1,1 triliun. Perolehan tersebut setara dengan 22% dari target penjualan marketing di tahun 2023 yaitu Rp5 triliun.

Adapun penjualan rumah masih menjadi kontributor utama sebesar 49% dari total pra penjualan sebesar Rp550 miliar. Secara sektoral permintaan properti masih tinggi yang tercermin dari penyaluran kredit properti pada April 2023 tumbuh 8,6% YoY, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 8,7% YoY.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Naik, Founder WH Project: Buy ASII, TKIM, IMPC, dan EAST Hari Ini

3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 1.805

Target harga: Rp 1.860

Stop loss: < Rp 1.750

MAPI dalam major tren bullish di atas MA-100 dan MA-20. Indikator MACD line berada di atas centerline.

MAPI terus melakukan ekspansi dengan target 700 gerai baru di sepanjang tahun 2023. Ekspansi penambahan gerai tersebut di topang oleh belanja modal (capex) senilai Rp400 miliar dari total capex sebesar Rp2 triliun di tahun 2023.

Adapun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terakselerasi pada Mei 2023 di level 128,3 poin, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 126,1 poin turut menjadi katalis positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto