KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,67% ke level 5.912,44 pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Penguatan didorong oleh technical rebound pada saham-saham sektor komoditas dan perbankan. Meski demikian, sentimen pasar masih dibayangi ketidakpastian global. Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak dunia, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,0%.
Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (9 Juli 2026), DEWA dan BRPT Jadi Sorotan Dari dalam negeri, posisi cadangan devisa yang tetap kuat belum mampu sepenuhnya mengimbangi pelemahan data penjualan ritel. Mengacu pada Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) dari BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar pada Jumat (10/7) akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dan nilai tukar rupiah, serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes). FOMC Minutes mengindikasikan suku bunga Amerika Serikat berpotensi bertahan di level tinggi lebih lama (
higher for longer), yang dapat memengaruhi arus dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Level support berada di 5.805, sedangkan resistance psikologis berada di 6.000. Penembusan level tersebut dinilai menjadi konfirmasi awal berlanjutnya momentum penguatan. Sementara itu, bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,27% ke 52.487,41, S&P 500 menguat 0,81% menjadi 7.543,64, dan Nasdaq Composite melonjak 1,30% ke 26.206,89.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Naik Kamis (9/7), Lonjakan Saham Semikonduktor Angkat Nasdaq 1,3% Berikut rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas: 1. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (
BUVA) Secara teknikal pada grafik satu jam, BUVA berhasil melakukan pullback dengan area support di kisaran 795-820. Selama harga bertahan di atas level tersebut, saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 875-895.
- Buy: 820-850
- Target 1: 875
- Target 2: 895
- Stop loss: di bawah 795
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham BBCA, HRTA, dan ESSA untuk Jumat (10/7) 2. PT Aneka Tambang Tbk (
ANTM) ANTM berhasil melakukan pullback dan menutup area gap di level 2.740. Apabila mampu bertahan di atas level tersebut, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan dengan target resistance di 2.920 hingga 3.080.
- Buy: 2.750-2.850
- Target 1: 2.920
- Target 2: 3.080
- Stop loss: di bawah 2.700
3. PT Bumi Resources Tbk (
BUMI) BUMI masih mampu bertahan di atas area support penting 130-136. Selama level tersebut terjaga, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance pada kisaran 145-148.
- Buy: 135-140
- Target 1: 145
- Target 2: 148
- Stop loss: di bawah 130
Baca Juga: Dian Swastatika (DSSA) Injeksi Modal Rp 8,53 Triliun ke Bali Media, Ini Tujuannya 4. PT Transcoal Pacific Tbk (
TCPI)
Secara teknikal, TCPI telah mengonfirmasi perubahan tren menjadi bearish. Setelah terkoreksi 8,15% pada perdagangan terakhir, investor disarankan mewaspadai potensi pelemahan lanjutan menuju area support berikutnya di 6.050 hingga 5.675.
- Trading plan: Sell
- Harga terakhir: 6.200
- Support berikutnya: 6.050
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News