KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada hari keempat perdagangan. IHSG tertekan sentimen rebalancing MSCI yang mengeluarkan banyak saham dari Indonesia. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ambruk 1,98% atau terpangkas 135,57 poin ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026). Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 38,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 19,33 triliun.
Di tengah tekanan pasar tersebut, sejumlah analis masih melihat peluang trading pada beberapa saham pilihan untuk perdagangan Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Harga Emas Diproyeksi Tetap Volatil pada 2026, Ketidakpastian Global Jadi Penopang Berikut rekomendasi teknikal saham yang dapat dicermati investor:
1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
Secara teknikal, saham RATU menunjukkan sinyal positif setelah muncul pola bullish harami. Selain itu, indikator stochastic berpotensi membentuk golden cross dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati area resistance di kisaran 5.900-6.050. Saham RATU dinilai rawan mengalami sell on strength (SOS) apabila gagal menembus area tersebut. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham RATU ditutup menguat 0,88% ke level Rp 5.700 per saham. Rekomendasi: Trading Buy Support: Rp 5.400 Resistance: Rp 6.350 Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki mengatakan, "muncul bullish harami dengan stochasticnya potensi golden cross dan volume meningkat, rawan SOS jika gagal break 5900-6050."
Baca Juga: Tersingkir dari Indeks MSCI, Aneka Tambang (ANTM) Tegaskan Fundamental Tetap Kuat 2. PT Elnusa Tbk (ELSA)
Saham ELSA saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi pada rentang 690-720 yang menjadi area support sejak Maret 2026. Di sisi lain, indikator MACD menunjukkan adanya pelemahan tren. Karena itu, investor disarankan melakukan buy on break apabila saham ELSA mampu menembus level 720. Jika breakout terjadi, saham ini berpotensi melaju menuju resistance 805. Sementara itu, level support berada di area 665 yang dapat digunakan sebagai batas risiko penurunan. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham ELSA ditutup melemah 2,10% ke level Rp 700 per saham. Rekomendasi: Buy on Break Support: Rp 665 Resistance: Rp 805 VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan, "ELSA masih bergerak konsolidasi dalam rentang level 690-720 yang menjadi support area sejak Maret 2026 dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan trend."
Baca Juga: Investor Masih Memburu SBN Ritel, Penjualan ST016 Tembus 37% 3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Saham ADMR diperkirakan masih melanjutkan koreksi wave (iv) menuju area 1.600-1.660 selama harga bergerak di bawah resistance 1.895. Namun, koreksi tersebut diperkirakan segera berakhir selama saham ADMR tidak turun di bawah level 1.600. Di sisi lain, indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish yang masih membayangi pergerakan saham ini.
Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham ADMR ditutup melemah 2,74% ke level Rp 1.775 per saham. Rekomendasi: Hold atau Buy on Weakness Support: Rp 1.600 Resistance: Rp 1.890 Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, "ADMR masih akan melanjutkan koreksi wave (iv) ke area 1600-1660 apabila harga tetap bergerak di bawah resisten 1895." Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News