Rekomendasi Saham Rumah Senin (15/6): MIKA, HEAL, atau SILO yang Paling Menarik?



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja emiten rumah sakit masih menunjukkan tren pertumbuhan positif pada awal 2026. Peningkatan jumlah pasien, khususnya dari segmen swasta, serta ekspansi layanan kesehatan menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan dan laba sejumlah perusahaan di sektor ini.

Prospek tersebut diyakini mampu mendorong kinerja sejumlah emiten rumah sakit seperti PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sepanjang tahun ini.

Sejumlah analis pun masih memberikan rekomendasi buy terhadap saham-saham di sektor rumah sakit karena dinilai memiliki fundamental yang solid serta prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Berikut ulasan rekomendasi saham rumah sakit untuk perdagangan Senin (15/6/2026).

1. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)


MIKA menargetkan pembangunan dua rumah sakit baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. Kedua fasilitas kesehatan tersebut akan memiliki total kapasitas sekitar 200 tempat tidur.

Salah satu rumah sakit dibangun di Jawa Timur dengan progres pembangunan telah mencapai 58%, sedangkan rumah sakit lainnya berlokasi di Jakarta Raya dengan tingkat penyelesaian sekitar 45%.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, manajemen mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit baru, pengembangan peralatan klinis, serta penguatan infrastruktur digital.

Baca Juga: Prospek Emiten Sektor Rumah Sakit Tetap Cerah pada Kuartal III, Ini Rekomendasinya

Di sisi lain, margin keuntungan MIKA menghadapi tekanan akibat kenaikan harga obat-obatan dan barang habis pakai medis. Harga perlengkapan berbahan plastik seperti jarum suntik meningkat lebih dari 15%, sementara harga obat-obatan naik sekitar 4% hingga 5%.

Meski demikian, melalui skema penetapan harga berbasis cost plus, perusahaan masih dapat meneruskan sebagian kenaikan biaya kepada pasien, terutama dari segmen swasta.

Tekanan terbesar justru berasal dari layanan BPJS karena tarif yang bersifat tetap, sehingga perusahaan melakukan efisiensi dengan mencari alternatif barang habis pakai yang lebih murah, termasuk melalui impor dari China.

Dalam jangka menengah, prospek pertumbuhan MIKA didukung oleh sejumlah katalis positif, antara lain meningkatnya kontribusi pasien swasta dengan layanan medis yang lebih kompleks, pendapatan rata-rata per pasien yang tetap kuat, ekspansi jaringan rumah sakit secara berkelanjutan, serta peningkatan kontribusi dari layanan unggulan atau Centre of Excellent (CoE).

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 2.500

Analis: Jessica Leonardy, OCBC Sekuritas

2. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

Prospek HEAL masih dibayangi ketidakpastian terkait transformasi sistem BPJS Kesehatan yang berpotensi memengaruhi profitabilitas segmen pasien BPJS.

Perubahan tersebut berkaitan dengan rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) serta skema Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) yang diproyeksikan menggantikan sistem pembayaran INA-CBGs.

Meski demikian, HEAL dinilai masih memiliki peluang membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit secara tahunan atau year on year (YoY) seiring strategi perusahaan memperluas layanan pasien swasta melalui pengembangan sejumlah Centre of Excellent (CoE) baru.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, HEAL mencatat pendapatan sebesar Rp 1,78 triliun, meningkat 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, laba bersih perusahaan mengalami penurunan menjadi Rp 101,3 miliar, dibandingkan Rp 124,7 miliar pada kuartal I-2025.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 1.600

Analis: Muhammad Wafi, Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI)

Baca Juga: Niramas Utama Bakal IPO, Incar Dana Segar Rp 392 Miliar

3. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

SILO mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal I-2026 dengan pendapatan mencapai Rp 2,55 triliun, naik 8,4% secara tahunan.

Laba bersih perseroan juga meningkat 14,8% menjadi Rp 293,6 miliar, menunjukkan efektivitas strategi ekspansi yang dijalankan perusahaan.

Pengembangan rumah sakit generasi baru serta perluasan jaringan layanan mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja sejak kuartal IV-2025 hingga kuartal I-2026. Pertumbuhan volume pasien juga diperkirakan semakin terdorong oleh beroperasinya rumah sakit baru di Surabaya dan Semarang Srondol.

Selain itu, SILO berencana menambah perangkat radioterapi CT-LINAC yang diklaim menjadi teknologi pertama di Asia Tenggara. Investasi tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan berteknologi tinggi sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.

Di sisi lain, rencana akuisisi aset gedung rumah sakit dari First REIT yang diperkirakan terealisasi pada Agustus mendatang berpotensi menciptakan efisiensi biaya dalam jangka panjang, meskipun masih dapat memberikan tekanan terhadap kinerja pada periode 2027 hingga 2028.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 3.100

Analis: Arvin Lienardi, Bahana Sekuritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News