Rekor baru kasus harian tertinggi, amukan COVID-19 di Singapura kian menjadi



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Sempat sedikit mereda, virus corona di Singapura kembali mengamuk. Negeri Merlion melaporkan 3.994 kasus baru COVID-19 pada Selasa (19/10), rekor tertinggi baru. 

Angka tersebut melonjak dari 2.553 kasus baru yang Singapura laporkan pada Senin (18/10). Ini adalah pertama kalinya dalam empat hari terakhir, infeksi baru meningkat.

"Ada lonjakan kasus pasca akhir pekan yang luar biasa hari ini," kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan Selasa (19/10), seperti dikutip Channel News Asia.


Kementerian Kesehatan Singapura menegaskan, akan "memantau kasus dengan cermat selama beberapa hari ke depan, untuk menentukan apakah ini lonjakan infeksi sementara atau terus berlanjut".

"Namun demikian, selama seminggu terakhir, kami telah mengamati peningkatan aktivitas, termasuk jumlah pengunjung yang lebih tinggi di semua mal, kerumunan yang lebih besar di Orchard Road, serta sedikit peningkatan penumpang angkutan umum," ungkap Kementerian Kesehatan Singapura.

Baca Juga: Masuk risiko tertinggi COVID-19, AS minta warganya tidak pelesiran ke Singapura

Di antara kasus baru yang Singapura laporkan Selasa, 3.981 ditularkan secara lokal. Sementara 13 lainnya adalah kasus impor, menurut Kementerian Kesehatan Singapura.

Dan, jumlah manula yang tidak divaksinasi di atas usia 60 tahun yang telah terinfeksi virus corona meningkat selama beberapa hari terakhir, menjadi "lebih dari 100" sehari, dan berisiko jatuh sakit.

"Jumlah orang yang membutuhkan perawatan ICU terus meningkat, dan ini telah menempatkan rumahsakit kami di bawah tekanan dan tekanan yang signifikan," kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Kementerian Kesehatan Singapura pun "sangat" mendorong semua orang, terutama orangtua dan orang-orang dengan penyakit penyerta yang lebih rentan terhadap penyakit parah, untuk membatasi kegiatan sosial dan keluar hanya untuk kegiatan penting.

Selanjutnya: Krisis listrik, Singapura ambil 3 langkah antisipasi luar biasa untuk jaga pasokan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan