Rekor IHSG terhenti dengan koreksi 0,83%



KONTAN.CO.ID - Laju rekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan. Kamis (5/10), IHSG turun 49,57 poin atau 0,83% ke level 5.901.91.

IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang hari perdagangan. Ini adalah penurunan IHSG setelah mendaki dalam empat hari perdagangan berturut-turut.

Seluruh indeks sektoral melemah. Empat sektor merosot lebih dari 1%. Keempat sektor ini adalah sektor perdagangan 1,42%, sektor barang konsumer 1,16%, sektor industri dasar 1,01, dan sektor manufaktur 1,01%.


Sektor konstruksi terkoreksi 0,90%, sektor infrastruktur turun 0,67%. Sedangkan sektor keuangan turun 0,59% dan sektor aneka industri tergerus 0,49%. Sektor perkebunan dan pertambangan mencatat penurunan terkecil, masing-masing 0,35% dan 0,16%.

Volume dan nilai transaksi bursa cenderung tipis ketimbang biasanya. Volume transaksi mencapai Rp 7,02 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,25 triliun. Secara year to date, volume transaksi harian rata-rata tahun ini masih di angka 11,85 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,25 triliun.

Hari ini, investor mempertebal penjualan bersih di bursa saham. Di pasar reguler, penjualan bersih asing mencapai Rp 538,1 miliar. Penjualan bersih di seluruh pasar sebesar Rp 443,78 miliar.

Penjualan bersih terbesar asing terjadi pada dua saham dengan kapitalisasi terbesar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 351,6 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 303,5 miliar. Penjualan bersih terbesar ketiga adalah saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 57,4 miliar.

Di tengah koreksi, asing masih mengakumulasi pembelian bersih Rp 88,4 miliar pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Rp 50,5 miliar pada saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Rp 31,9 miliar pada PT PP Tbk (PTPP).

Meski sektor pertambangan mencetak penurunan paling tipis, tiga saham tambang menjadi top losers pada LQ45 hari ini. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 5,94%, disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 4,12%, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) 4,10%.

Sedangkan barisan top gainers LQ45 dipimpin oleh emiten tambang lainnya, yakni PTBA 1,64%. Saham PTPP pun masih tercatat naik 1,12%, disusul saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang naik hanya 0,73%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati