KONTAN.CO.ID - SEOUL. Indeks saham Korea Selatan, tembus ke atas level 5.000 untuk pertama kalinya pada hari ini, didorong oleh kenaikan saham perusahaan chip dan otomotif berkat kecerdasan buatan. Optimisme meningkat, mencapai level yang dijanjikan oleh Presiden Lee Jae Myung hanya dalam waktu enam bulan sejak menjabat. Kamis (22/1/2026) pukul 10.00 WIB, indeks acuan KOSPI melonjak 2,2% menjadi 5.019,54 pada perdagangan pagi, menandai level tertinggi yang pernah tercatat. KOSPI telah naik hampir 20% sepanjang bulan ini, dan muncul sebagai "kinerja terbaik dunia pada tahun 2025" dengan lonjakan 76%, kenaikan tahunan terbesar sejak 1999, didorong oleh reli chip yang dipicu oleh meningkatnya permintaan investasi AI dan reformasi pasar modal.
Indeks yang tembus ke level 5.000 juga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk memberlakukan tarif baru pada negara-negara Eropa, meredakan volatilitas pasar dan memperpanjang reli indeks Korea yang unggul di dunia.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis, Baht Thailand Melemah di Tengah Pergerakan Mata Uang Asia Saham produsen chip Samsung Electronics melesat 5% pada hari Kamis ke level tertinggi sepanjang masa. Sejalan, saham perusahaan sejenisnya, SK Hynix, juga melonjak 4,5%. Saham Hyundai Motor, yang naik hingga 7,5% dan diperdagangkan pada rekor tertinggi, juga mengalami kenaikan bulan ini karena investor menyambut baik teknologi robot humanoid yang baru diluncurkan. "Tren pasar
bullish kali ini didorong oleh fundamental berdasarkan pertumbuhan pendapatan, yang membuat KOSPI masih murah," kata Kim Jae-seung, analis di Hyundai Motor Securities. Namun, beberapa analis menyatakan kehati-hatian tentang bagaimana reli hingga saat ini hanya terkonsentrasi di beberapa sektor. "Kita juga perlu mempertimbangkan fakta bahwa reli tahun ini dipimpin oleh sektor-sektor tertentu seperti semikonduktor, otomotif, pembuatan kapal, dan pertahanan," kata Han Ji-young, analis di Kiwoom Securities. Presiden Lee mengatakan pada hari Rabu bahwa pasar saham domestik "masih undervalued", menambahkan bahwa booming di bidang AI dan semikonduktor berada pada skala yang tidak dapat diprediksi. Di bawah inisiatif "KOSPI 5.000", Lee telah memperkenalkan serangkaian reformasi pasar dan langkah-langkah pajak yang bertujuan untuk meningkatkan pasar saham domestik dan menyelesaikan apa yang disebut "Diskon Korea", sejak ia menjabat pada Juni 2025.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi ke US$ 4.799 Kamis (22/1), Usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif UE Diskon Korea mengacu pada kecenderungan pasar saham domestik untuk diperdagangkan dengan valuasi lebih rendah dibandingkan dengan indeks global, karena faktor-faktor seperti struktur tata kelola perusahaan yang tidak transparan dan pembayaran dividen yang rendah. "KOSPI di angka 5.000 bukanlah tujuan akhir tetapi garis start baru," kata seorang juru bicara Partai Demokrat yang berkuasa, berjanji untuk terus mendorong peningkatan keadilan dan kredibilitas pasar.
Tahun lalu, pemerintahan Lee dan Partai Demokratnya merevisi Undang-Undang Komersial untuk lebih melindungi kepentingan pemegang saham dan berencana menjadikan pembelian kembali dan pembatalan saham sebagai persyaratan bagi perusahaan yang terdaftar di bursa untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Pemerintah juga bertujuan untuk mendapatkan status pasar negara maju bagi pasar saham domestik dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), dengan rencana pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan valuta asing tahun ini untuk meningkatkan akses asing.