Rekor Maraton Sub-2 Jam Pecah, Saham Adidas Menguat



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham produsen perlengkapan olahraga asal Jerman, Adidas, menguat pada perdagangan Senin setelah pelari asal Kenya, Sabastian Sawe, mencatatkan sejarah dengan menjadi manusia pertama yang menyelesaikan maraton di bawah dua jam dalam lomba resmi.

Pencapaian tersebut diraih Sawe saat menjuarai London Marathon pada Minggu (26/4), dengan catatan waktu 1 jam 59 menit 30 detik. Rekor ini memecahkan salah satu batas paling sulit dalam dunia atletik yang selama ini dianggap hampir mustahil ditembus.

Sawe menggunakan sepatu lari terbaru Adidas, Adizero Adios Pro Evo 3, saat mencatatkan prestasi tersebut. Usai lomba, ia mengangkat sepatu tersebut yang bertuliskan “WR” dan “sub-2”, menandai rekor dunia baru yang berhasil ia torehkan.


Ia melampaui rekor sebelumnya 2:00:35 yang dicetak oleh mendiang Kelvin Kiptum pada Chicago Marathon Oktober 2023.

Baca Juga: The Fed Bersiap Gelar Rapat Penting, Arah Suku Bunga Kian Tak Pasti

Dorongan bagi Adidas dalam Persaingan dengan Nike

Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Adidas dalam persaingan dengan rival utamanya, Nike. Selama bertahun-tahun, kedua perusahaan berlomba mengembangkan teknologi sepatu lari “supershoe” untuk membantu atlet menembus batas dua jam maraton.

Sebelumnya, Nike sempat mendekati target tersebut melalui proyek Breaking2 pada 2017, dan kemudian Eliud Kipchoge berhasil mencatatkan waktu di bawah dua jam dalam tantangan INEOS 1:59 pada 2019. Namun, capaian tersebut tidak diakui sebagai rekor resmi.

Dalam lomba yang sama di London, pelari Ethiopia Yomif Kejelcha finis di posisi kedua dalam debut maratonnya. Sementara itu, Tigst Assefa kembali memecahkan rekor dunia kategori khusus putri. Ketiganya sama-sama menggunakan sepatu Adizero Adios Pro Evo 3.

Teknologi Sepatu dan Dampak ke Pasar

Sepatu Adizero Adios Pro Evo 3 mengandalkan inovasi teknologi seperti busa khusus, pelat karbon, dan material ultra ringan. Adidas menyebut bobot sepatu ini hanya sekitar 97 gram—30% lebih ringan dari generasi sebelumnya—serta mampu meningkatkan efisiensi lari hingga 1,6%.

Manajer umum Adidas Running, Patrick Nava, menyatakan kebanggaan atas pencapaian para atlet tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras atlet dan inovasi tim pengembangan produk.

Baca Juga: China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta, Rivalitas dengan AS Memanas

Dari sisi pasar, saham Adidas tercatat naik sekitar 2% pada perdagangan pagi. Namun secara year-to-date, sahamnya masih turun sekitar 18% akibat kekhawatiran terhadap dampak tarif AS dan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Strategi Produk dan Tantangan Harga

Adidas sebelumnya merilis Adizero Adios Pro Evo 1 pada akhir 2023, bertepatan dengan rekor dunia maraton putri yang dicetak Tigst Assefa di Berlin.

Untuk versi terbaru, Adizero Adios Pro Evo 3 akan dijual seharga US$500 per pasang melalui aplikasi resmi Adidas mulai Kamis. Produk ini akan dirilis lebih luas pada musim maraton musim gugur.

Namun, harga yang tinggi dinilai menjadi tantangan tersendiri karena membuat sepatu ini sulit dijangkau oleh sebagian besar pelari.