KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana mulai menunjukkan pemulihan sejak 2025 setelah sempat tertekan selama pandemi Covid-19. Meski demikian, pergerakannya pada awal 2026 masih dibayangi volatilitas pasar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat naik dari Rp 706 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 717 triliun di Februari 2026. Namun, pada Maret 2026, NAB kembali terkoreksi menjadi Rp 699 triliun. Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, mengungkapkan bahwa penguatan pada dua bulan pertama tahun ini terutama ditopang oleh kinerja reksadana pendapatan tetap dan pasar uang.
Reksadana Mulai Pulih, Prospek Masih Dibayangi Suku Bunga dan Geopolitik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana mulai menunjukkan pemulihan sejak 2025 setelah sempat tertekan selama pandemi Covid-19. Meski demikian, pergerakannya pada awal 2026 masih dibayangi volatilitas pasar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat naik dari Rp 706 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 717 triliun di Februari 2026. Namun, pada Maret 2026, NAB kembali terkoreksi menjadi Rp 699 triliun. Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, mengungkapkan bahwa penguatan pada dua bulan pertama tahun ini terutama ditopang oleh kinerja reksadana pendapatan tetap dan pasar uang.