Reksadana Pendapatan Tetap Catat Kinerja Paling Apik pada Kuartal I, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana pendapatan tetap tercatat unggul di kuartal 1 2023. Berdasarkan data Infovesta, kinerja reksadana pendapatan tetap naik 1,35% selama kuartal I 2023.

Kinerja reksadana pendapatan tetap di kuartal I 2023 ditopang oleh kinerja obligasi yang tercatat positif dibandingkan instrumen investasi lain. Hal itu tercermin dari kinerja Infovesta Corporate Bond Index yang naik 0,88% pada kuartal I 2023 dan Infovesta Government Bond Index yang naik 1,58% di kuartal I 2023.

Di posisi kedua, ada reksadana pasar uang yang kinerjanya tercatat naik 0,93% pada kuartal I 2023. Lalu, disusul reksadana campuran yang kinerjanya naik 0,47% pada periode yang sama.


Berbanding terbalik, reksadana saham tercatat mengalami kinerja negatif di kuartal I 2023, yaitu -0,60%.

Baca Juga: Didukung Reksadana Saham, AUM Henan Putihrai Asset Management Melonjak di Kuartal I

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, kinerja reksadana pendapatan tetap disebabkan karena investor masih memandang obligasi sebagai aset instrumen safe have di tengah gejolak pasar pada kuartal I 2023.

Selain itu, runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS) serta sejumlah bank lain juga membuat investor asing masuk cukup signifikan ke pasar surat berharga negara (SBN) domestik.

“Hal itu pun membuat penurunan yield obligasi dan mengangkat kinerja pasar SBN,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (4/4).

Terkait outlook kinerja reksadana tahun 2023, Fajar melihat, reksadana pendapatan tetap masih menjadi primadona dan diprediksi mempertahankan kinerja yang baik di tahun ini.

“Tahun ini yang masih menarik adalah reksadana pendapatan tetap, seiring dengan sentimen meredanya inflasi dan kenaikan suku bunga,” ungkapnya.

Baca Juga: Hingga Akhir Tahun 2023, Kinerja Reksadana Pendapatan Diprediksi Masih Unggul

Sementara, Fajar memaparkan, reksadana saham di tahun 2023 sebenarnya masih cukup prospektif, meskipun volatilitasnya masih tinggi.

“Sentimen tahun politik juga akan membawa dampak positif ke pasar. Secara historis, asing juga cenderung masuk ke pasar saham dan SBN domestik di tahun-tahun politik,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi