Reksadana target waktu, ini dia plus minusnya



JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 Juli 2017 mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 34/POJK.04/2017 yang mengatur tentang reksadana target waktu. Produk apakah ini?

Head of Investment Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, sesuai namanya, jenis reksadana baru ini akan memiliki target waktu tertentu. "Nama reksadana yang muncul akan mencantumkan tahun tertentu, misalnya Reksadana A 2030," kata Wawan.  Manajer investasi bisa bebas menentukan target waktu reksadana ini.

Jika reksadana konvensional memiliki aset yang sudah ditentukan sejak awal, reksadana target waktu bisa melakukan transformasi atau switching aset hingga berakhirnya target waktu rekasadana tersebut. "Reksadana konvensional, contohnya reksadana saham harus menentukan portofolio sekian persen di saham, sementara aset reksadana target waktu bisa berubah sewaktu-waktu baik ke saham, obligasi, maupun pasar uang," kata Wawan.


Reksadana target waktu akan lebih cocok diikuti institusi asuransi atau dana pensiun dengan tujuan imvestasi jangka panjang. Wawan memberi contoh untuk dana pensiun reksadana target waktu bisa dikelola asetnya pada lima tahun pertama taruh di saham, lalu setelah 10 tahun aset dapat dialokasikan pada jenis investasi yang lebih konservatif.

Selain cocok untuk dana pensiun, reksadana target waktu yang sebelumnya telah berjalan di luar negeri ini cocok dimiliki individu atau investor ritel yang sedang merencanakan keuangan. Wawan menyarankan bagi manajer investasi yang tertarik meluncurkan reksadan target waktu dapat bekerja sama dengan lembaga perencana keuangan sebagai produk yang bisa ditawarkan ke nasabahnya.

Dengan kemampuan reksadana target waktu yang dapat berpindah-pindah aset, investor akan diuntungkan dengan praktisnya mengelola investasi di reksadana pada berbagai jenis reksadana konvensional. "Selama ini investor yang mau merencanakan pensiun secara manual mereka menaruh dana pada tahap awal di reksadana saham, lalu ditenagh waktu pindah lagi ke reksadana pendapatan tetap, jika masa investasi tinggal setahun pindah lagi ke pasar uang, tetapi dengan reksadana target waktu sejak awal sudah disetting akan dikelola secara berpindah-pindah," kata Wawan.

Namun, Wawan melihat terdapat kekurangan pada reksadana target waktu terutama pada tidak pastinya return yang akan didapat investor. "Sulit untuk mengukur profit karena mau pakai benchmark yang mana?" kata Wawan. Reksadana dengan target waktu yang sama saja bisa memiliki perubahan aset yang berbeda-beda.

Sebelum bergabung pada reksadana target waktu, baiknya investor mempertimbangkan skema atau fee yang akan ditawarkan. "Kapan dia akan switching, fee-nya seperti apa," kata Wawan. Melihat kinerja reksadana target waktu yang sudah berjalan di luar negeri, Wawan mengatakan fee reksadana ini bersifat fleksibel atawa tidak fix.

Reksadana target waktu mayoritas ditujukan untuk investasi jangka panjang. Oleh karena itu, Wawan menyarankan investor untuk melihat track record manajer investasi yang menerbitkan reksadana ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati