KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reksadana berbasis dolar Amerika Serikat (AS) semakin diminati di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah agen penjual efek reksadana (APERD) mulai menawarkan produk ini sebagai alternatif diversifikasi bagi investor. Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) Lolita Liliana menjelaskan, kehadiran reksadana USD pada dasarnya didorong oleh kebutuhan investor untuk mengelola portofolio secara lebih seimbang, khususnya dalam menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar. “Investasi itu bentuknya portofolio. Reksadana USD hadir untuk diversifikasi, karena memang ada kebutuhan,” ujar Lolita di ruang seminar Bursa Efek Indonesia, Senin (20/4/2026).
Reksadana USD Jadi Incaran, Buat Lindung Nilai Saat Rupiah Melemah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reksadana berbasis dolar Amerika Serikat (AS) semakin diminati di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah agen penjual efek reksadana (APERD) mulai menawarkan produk ini sebagai alternatif diversifikasi bagi investor. Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) Lolita Liliana menjelaskan, kehadiran reksadana USD pada dasarnya didorong oleh kebutuhan investor untuk mengelola portofolio secara lebih seimbang, khususnya dalam menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar. “Investasi itu bentuknya portofolio. Reksadana USD hadir untuk diversifikasi, karena memang ada kebutuhan,” ujar Lolita di ruang seminar Bursa Efek Indonesia, Senin (20/4/2026).