Reli Dolar AS Terhenti Kamis (21/5) karena Harapan Kesepakatan Iran



KONTAN.CO.ID - Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) tertahan pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden AS menyatakan negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Namun, ia juga memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan apabila Iran tidak menyetujui kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Ambisi Energi China: PetroChina Bidik Produksi Gas Batubara 30 BCM pada 2035


Sentimen itu mendorong pelaku pasar mengurangi permintaan terhadap dolar AS yang selama ini dianggap sebagai aset safe haven saat ketidakpastian geopolitik meningkat.

Dolar AS tercatat melemah untuk pertama kalinya dalam delapan sesi perdagangan terhadap yen Jepang pada Rabu (20/5).

Pada awal perdagangan Kamis, dolar berada di level 158,905 yen, menjauh dari level psikologis 160 yen yang dipandang pasar sebagai titik potensial intervensi otoritas Jepang.

Sementara itu, euro bergerak stabil di level US$1,1626 setelah sempat menyentuh posisi terlemah sejak 7 April di US$1,1583 pada sesi sebelumnya sebelum kembali menguat.

Baca Juga: X Milik Elon Musk Kalah dalam Gugatan Kepatuhan Perlindungan Anak di Australia

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia termasuk euro dan yen, relatif datar di posisi 99,128.

Sehari sebelumnya, indeks tersebut sempat mencapai 99,472, level tertinggi sejak 7 April.

Kepala strategi valuta asing Commonwealth Bank of Australia Joseph Capurso mengatakan, arus dana safe haven mulai berbalik arah seiring munculnya kabar positif terkait perang Iran.

Meski demikian, ia menilai risiko eskalasi konflik masih terbuka.

“Meski AS memiliki insentif politik domestik untuk mencari perdamaian, kami tidak akan terkejut jika Presiden Trump memilih eskalasi militer untuk meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bangkit Lagi Kamis (21/5) Pagi, Perdamaian Iran Masih Abu-Abu

Di pasar mata uang lainnya, dolar Australia melemah 0,1% ke level US$0,7147 menjelang rilis data ketenagakerjaan Australia.

Pound sterling bergerak stabil di level US$1,3430.

Sementara itu, aset kripto Bitcoin diperdagangkan relatif datar di kisaran US$77.650.