Reli Emas Berlanjut, Harga Capai US$5.200 Saat Dolar Anjlok ke Level Terendah 4 Tahun



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melanjutkan reli tajam dan mencetak rekor baru pada Rabu (28/1/2026), menembus level US$5.200 per ons troi untuk pertama kalinya.

Kenaikan ini terjadi seiring pelemahan tajam dolar AS ke posisi terendah hampir empat tahun, di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dan menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$5.219,97 per ons troi pada pukul 01.53 GMT, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$5.224,95 per ons troi. Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak lebih dari 20%.


Baca Juga: Ekspor Anggur Australia Menyusut pada 2025, Konsumsi Alkohol Global Terus Turun

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari melesat 2,6% ke level US$5.216,80 per ons troi.

Analis pasar senior OANDA Kelvin Wong menilai, penguatan emas sangat dipengaruhi korelasinya dengan pelemahan dolar AS.

“Kenaikan emas terutama disebabkan korelasi tidak langsung yang sangat kuat dengan dolar. Lonjakan harga emas pada sesi AS kemarin dipicu pernyataan Presiden Donald Trump terkait dolar, yang memberi sinyal adanya konsensus luas di Gedung Putih untuk membiarkan dolar melemah ke depan,” ujar Wong.

Dolar AS sendiri berada dalam apa yang disebut pelaku pasar sebagai “krisis kepercayaan”, setelah Presiden Trump menyebut nilai dolar “baik-baik saja” ketika ditanya apakah mata uang tersebut telah melemah terlalu jauh. Pernyataan itu justru memicu aksi jual dolar secara agresif.

Tekanan terhadap dolar juga diperkuat oleh data kepercayaan konsumen AS yang merosot ke level terendah dalam lebih dari 11,5 tahun pada Januari, mencerminkan kekhawatiran terhadap melemahnya pasar tenaga kerja dan tingginya harga-harga.

Baca Juga: Bisnis Pengantaran Makanan di Asia Tenggara Mencapai Rp 379,93 triliun di 2025

Trump juga menyatakan akan segera mengumumkan calon Ketua Federal Reserve yang baru, serta memperkirakan suku bunga akan turun setelah pimpinan baru bank sentral AS tersebut menjabat.

Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan moneter Januari yang saat ini tengah berlangsung.

Menurut Wong, level resistensi terdekat emas berada di sekitar US$5.240 per ons troi.

Sementara itu, Deutsche Bank dalam laporannya pada Selasa menyebut harga emas berpotensi naik hingga US$6.000 per ons pada 2026, didorong permintaan investasi yang kuat seiring bank sentral dan investor global meningkatkan alokasi ke aset non-dolar dan aset berwujud.

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Baru di US$ 5.209, Begini Kata World Gold Council

Selain emas, harga perak spot naik 0,6% ke US$113,63 per ons, setelah mencetak rekor US$117,69 pada Senin. Harga perak telah melonjak hampir 60% sejak awal tahun.

Platinum spot juga menguat 1,5% ke US$2.679,15 per ons, mendekati rekor tertinggi sebelumnya di US$2.918,80, sementara paladium naik 0,9% menjadi US$1.951,93 per ons.

Selanjutnya: Progres Tol Probowangi Garapan Wijaya Karya (WIKA) Capi 97,66% per Januari 2026

Menarik Dibaca: Dynamite Kiss dan 6 Drakor Ini Punya Adegan Ciuman Paling Intim, Berani Nonton?