KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak naik untuk hari ketiga pada hari ini karena konflik yang meluas antara AS-Israel dengan Iran dan ancaman terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah. Selasa (3/3/2026) pukul 11.45 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2025 naik 2,2% menjadi US$ 79,44 per barel. Pada hari Senin, kontrak tersebut sempat melonjak hingga mencapai level US$ 82,37 per barel, level tertinggi sejak Januari 2025, meskipun kemudian turun dan ditutup dengan kenaikan 6,7%. Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 melonjak 1,6%, menjadi US$ 72,40 per barel. Pada sesi sebelumnya, kontrak tersebut awalnya naik ke level tertinggi sejak Juni 2025 sebelum kemudian turun kembali dan tetap ditutup naik 6,3%.
Reli Harga Minyak Berlanjut, Risiko Pasokan di Depan Mata
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak naik untuk hari ketiga pada hari ini karena konflik yang meluas antara AS-Israel dengan Iran dan ancaman terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah. Selasa (3/3/2026) pukul 11.45 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2025 naik 2,2% menjadi US$ 79,44 per barel. Pada hari Senin, kontrak tersebut sempat melonjak hingga mencapai level US$ 82,37 per barel, level tertinggi sejak Januari 2025, meskipun kemudian turun dan ditutup dengan kenaikan 6,7%. Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 melonjak 1,6%, menjadi US$ 72,40 per barel. Pada sesi sebelumnya, kontrak tersebut awalnya naik ke level tertinggi sejak Juni 2025 sebelum kemudian turun kembali dan tetap ditutup naik 6,3%.
TAG: