KONTAN.CO.ID – MUMBAI. Perusahaan teknologi milik miliarder India Mukesh Ambani, Reliance Jio Platforms, dikabarkan telah menyetujui rencana untuk melantai di bursa saham Mumbai melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Aksi korporasi ini diperkirakan dapat menghimpun dana sekitar US$ 3,8 miliar atau setara 360 miliar rupee India, sehingga berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah India. Mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, pencatatan saham ini bertujuan membuka nilai (unlock value) dari bisnis Jio yang mencakup Reliance Infocomm, operator telekomunikasi terbesar kedua di dunia berdasarkan jumlah pelanggan setelah China Mobile, dengan sekitar 500 juta pengguna.
Selain bisnis telekomunikasi, Reliance Jio juga memiliki lini usaha di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi awan (cloud), serta jaringan dan layanan untuk perusahaan (enterprise network).
Baca Juga: Norwegia Buka Konsulat Jenderal di Greenland, Perkuat Posisi Strategis Kawasan Arktik Target Penggalangan Dana 360 Miliar Rupee
Tiga sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa IPO ini menargetkan penghimpunan dana sekitar 360 miliar rupee India atau sekitar US$ 3,81 miliar. Nilai tersebut setara dengan sekitar 2,9% dari total ekuitas perusahaan setelah penerbitan saham baru. Hingga saat ini, Reliance belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters. Sumber juga menyebutkan bahwa rincian final IPO masih dapat berubah seiring mendekati proses pencatatan saham. Dalam pernyataan resmi perusahaan, detail mengenai IPO belum diungkapkan secara lengkap. Namun, prospektus penawaran dijadwalkan akan diajukan pada Jumat, sebagaimana disampaikan oleh Mukesh Ambani dalam pidatonya kepada para pemegang saham. Ambani mengatakan: "IPO Jio merupakan tonggak penciptaan nilai yang paling penting pada tahun ini." Perusahaan juga mengungkapkan bahwa mereka akan menerbitkan hingga 270 juta saham baru dalam aksi korporasi tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Stabil, Namun Bersiap Catat Penurunan Mingguan Lebih dari 8% Didukung Investor Global Sejak 2020
Pada tahun 2020, Reliance Jio berhasil menghimpun pendanaan dari sejumlah investor global ternama, termasuk Meta, Google milik Alphabet, dan Vista Equity Partners. Pendanaan tersebut membuat sekitar 33% kepemilikan saham di Jio terdilusi. Sebelumnya, lembaga keuangan Jefferies pernah memberikan valuasi terhadap bisnis Jio sebesar sekitar US$ 180 miliar. Para investor tersebut menaruh keyakinan pada prospek ekonomi digital India yang berkembang pesat, didukung populasi sekitar 1,4 miliar jiwa, penetrasi smartphone yang terus meningkat, biaya internet yang termasuk paling murah di dunia, serta dominasi masyarakat muda yang mengandalkan perangkat seluler untuk mengakses layanan digital. Reliance Jio menyatakan saat ini perusahaan menguasai sekitar 60% pangsa lalu lintas data (data traffic) di India, memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri telekomunikasi dan layanan digital di negara tersebut.