KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Mei lalu, PT Remala Abadi Tbk (DATA) melanjutkan tren pertumbuhan profitabilitas positif sepanjang 9 bulan pertama 2024. Selama periode ini, Remala membukukan pendapatan Rp 249 miliar. Jumlah ini meningkat sekitar 13,18% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 yang hanya membukukan Rp 220 miliar. EBITDA juga tumbuh dari Rp 57,6 miliar menjadi Rp 109,6 miliar year on year (yoy). Dan EBITDA margin dari 26,21% menjadi 44,01%. Sementara itu, laba neto perseroan juga meningkat cukup tinggi menjadi Rp 51,9 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp 25,4 miliar atau naik 104,14%. Richard Kartawijaya, Direktur Utama PT Remala Abadi Tbk. mengatakan, peningkatan pendapatan ini membuktikan rencana bisnis di awal tahun 2024 sudah sesuai dan membuahkan hasil yang positif. Penggembangan jaringan yang dilakukan perseroan baik itu jangkauan pelayanan dengan menambah backbone maupun memperluas cakupan fiber ke rumah (FTTH) sudah memberikan hasil positif bagi peningkatan revenue Remala.
“Berbagai kontrak dengan pemerintahan, mitra maupun korporasi besar sudah mulai menunjukkan tren positif. Penambahan jumlah backbone dan utilisasi jaringan FTTH di tahun 2024 sudah dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan Remala. Kondisi ini akan terus membawa peningkatan kinerja menjadi lebih baik lagi ke depan,” kata Richard, dalam rilis ke Kontan.co.id, Rabu (11/10). Baca Juga: Remala Abadi (DATA) Bidik Pendapatan Naik 15% Tahun 2025, Begini Strateginya Hingga akhir kuartal III 2024, perseroan telah memiliki lebih dari 10.500 km jaringan fiber. Remala telah berhasil meningkatkan pertumbuhan homepass sebesar 31%. Remala juga mampu menjaga tingkat churn di bawah 1,5%.