KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mendorong pertumbuhan bisnis remitansi seiring meningkatnya transaksi nasabah melalui kanal digital. Hingga akhir Juni 2026, pendapatan selain bunga BCA mencapai Rp 13,2 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (yoy). Dari jumlah tersebut, pendapatan fee dan komisi mencapai Rp 11 triliun atau tumbuh 11,2% yoy. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, aktivitas transaksi nasabah, termasuk remitansi, turut mendukung kinerja pendapatan berbasis transaksi BCA. Baca Juga: Sinar Eka Selaras (ERAL) Tambah Fasilitas Kredit dari BCA Jadi Rp 600 Miliar "Kinerja layanan remitansi BCA terus menunjukkan pertumbuhan. Capaian tersebut sejalan dengan komitmen BCA untuk senantiasa menghadirkan solusi layanan keuangan yang relevan dan andal dalam memenuhi kebutuhan transaksi internasional nasabah, baik individu maupun bisnis," ujar Hera kepada Kontan, Jumat (18/9/2026). Hera mengatakan, respons positif nasabah terhadap layanan remitansi antara lain tercermin dari pertumbuhan transaksi melalui berbagai kanal digital, seperti myBCA, myBCA Bisnis, KlikBCA Individu, dan KlikBCA Bisnis. Saat ini, layanan Outward Remittance BCA mendukung 18 mata uang utama, yaitu USD, CNY, EUR, SGD, AUD, AED, CAD, CHF, DKK, GBP, HKD, JPY, SAR, SEK, NZD, THB, MYR, dan KRW. Sementara melalui layanan Multicurrency, BCA dapat memfasilitasi pengiriman dalam lebih dari 100 mata uang asing. BCA juga menyediakan Poket Valas di aplikasi myBCA yang memungkinkan nasabah mengelola 18 mata uang asing dalam satu rekening induk, termasuk untuk transfer valuta asing. Baca Juga: BNI Sekuritas Perkuat Jaringan Cabang, Gabungkan Layanan Digital dan Tatap Muka "Ke depan, BCA akan terus memperkuat kapabilitas dan kualitas layanan remitansi guna menghadirkan transaksi internasional yang semakin mudah, aman, dan andal bagi nasabah. Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan transaksi lintas negara, BCA optimistis pemanfaatan layanan remitansi akan terus berkembang," katanya.
Remitansi BCA Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Diminati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mendorong pertumbuhan bisnis remitansi seiring meningkatnya transaksi nasabah melalui kanal digital. Hingga akhir Juni 2026, pendapatan selain bunga BCA mencapai Rp 13,2 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (yoy). Dari jumlah tersebut, pendapatan fee dan komisi mencapai Rp 11 triliun atau tumbuh 11,2% yoy. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, aktivitas transaksi nasabah, termasuk remitansi, turut mendukung kinerja pendapatan berbasis transaksi BCA. Baca Juga: Sinar Eka Selaras (ERAL) Tambah Fasilitas Kredit dari BCA Jadi Rp 600 Miliar "Kinerja layanan remitansi BCA terus menunjukkan pertumbuhan. Capaian tersebut sejalan dengan komitmen BCA untuk senantiasa menghadirkan solusi layanan keuangan yang relevan dan andal dalam memenuhi kebutuhan transaksi internasional nasabah, baik individu maupun bisnis," ujar Hera kepada Kontan, Jumat (18/9/2026). Hera mengatakan, respons positif nasabah terhadap layanan remitansi antara lain tercermin dari pertumbuhan transaksi melalui berbagai kanal digital, seperti myBCA, myBCA Bisnis, KlikBCA Individu, dan KlikBCA Bisnis. Saat ini, layanan Outward Remittance BCA mendukung 18 mata uang utama, yaitu USD, CNY, EUR, SGD, AUD, AED, CAD, CHF, DKK, GBP, HKD, JPY, SAR, SEK, NZD, THB, MYR, dan KRW. Sementara melalui layanan Multicurrency, BCA dapat memfasilitasi pengiriman dalam lebih dari 100 mata uang asing. BCA juga menyediakan Poket Valas di aplikasi myBCA yang memungkinkan nasabah mengelola 18 mata uang asing dalam satu rekening induk, termasuk untuk transfer valuta asing. Baca Juga: BNI Sekuritas Perkuat Jaringan Cabang, Gabungkan Layanan Digital dan Tatap Muka "Ke depan, BCA akan terus memperkuat kapabilitas dan kualitas layanan remitansi guna menghadirkan transaksi internasional yang semakin mudah, aman, dan andal bagi nasabah. Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan transaksi lintas negara, BCA optimistis pemanfaatan layanan remitansi akan terus berkembang," katanya.