Rencana bisnis Solusi Sinergi Digital (WIFI) pada 2021



KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Bekerja dari rumah merupakan salah satu kebiasaan baru yang muncul sejak pandemi Covid-19. Kondisi ini menuntut banyak pekerjaan dan sejumlah kegiatan dilakukan secara digital.

Peluang ini yang ditangkap oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Desember 2020 lalu ini bergerak dalam bidang periklanan. WIFI juga adalah perusahaan induk yang melakukan investasi dalam bidang periklanan, produk dan layanan digital, serta serat optik.

Direktur Utama WIFI, Hermansjah Haryono, mengatakan, adaptasi kebiasaan baru yang sudah berjalan selama satu tahun ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat.


Startup dan inisiatif digital juga berpotensi terus berkembang. "Ini mendorong peluang dan potensi baru bagi WIFI yang merupakan solusi-preneur atau enabler dari transformasi digital di Indonesia," jelas Hermansjah, Jumat (23/4).

Baca Juga: Telefast (TFAS) berinvestasi di perusahaan logistik teknologi

Di bidang periklanan, Hermansjah melihat mulai ada geliat positif tahun ini. Pelaku usaha sudah mulai kembali aktif memasarkan produk atau layanan di ranah digital.

Dengan pemulihan ekonomi yang gencar digalakkan, WIFI optimistis kinerja tahun ini akan lebih baik. Tapi, "Tantangan tahun ini masih seputar pada turunnya daya beli masyarakat, jelas dia.

Untuk menangkap peluang ini, WIFI akan fokus untuk menyelesaikan pembangunan fiber optic yang diharapkan tuntas pertengahan tahun. Segmen fiber optic merupakan tulang punggung dari model bisnis perusahaan. WIFI akan selesaikan pembangunan fiber optic 2.800 km di sepanjang rel kereta api di beberapa area potensial.

Kebutuhan dana untuk ekspansi ini Rp 400 miliar. Dananya akan dihimpun dari pinjaman dan suntikan ekuitas di anak perusahaan. Ekspansi ini diharapkan dapat mendorong kinerja WIFI menjadi berlipat ganda.

Perusahaan yang dikenal dengan nama Surge ini juga telah menyiapkan sejumlah ekspansi untuk mengoperasikan berbagai inisiatif digital. Hermansjah yakin, WIFI tak hanya menjadi perusahaan yang memiliki bisnis fiber optic stabil, tapi juga memiliki beragam inisiatif digital yang punya potensi besar saat ini.

Baca Juga: Allianz Life gandeng Bukalapak dan Gojek, pasarkan asuransi kesehatan

Saat ini, perusahaan memiliki beberapa produk, seperti fasilitas internet gratis (free-wifi) yang ada di dalam kereta commuter line, stasiun kereta dan di beberapa pasar modern di Jakarta. Internet gratis ini dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama pedagang di pasar modern untuk kembangkan usahanya ke arah digital.

WIFI juga memiliki media iklan public information display (PID) di dalam kereta commuter line yang menghibur penumpang dengan konten-konten menarik. Kemudian WIFI memiliki aplikasi LiniPoin yang dapat diunduh gratis.

Lewat aplikasi ini pengguna dapat mengumpulkan poin dengan cara menjawab kuis, main gim dan lainnya untuk ditukar dengan hadiah menarik.

Kinerja ke depan

Berdasarkan laporan keuangan WIFI per 31 Agustus 2020, emiten ini membukukan pendapatan Rp 31,22 miliar, tumbuh 108,55% dari periode yang sama di 2019. Peningkatan pendapatan ini membuat bottom line WIFI berbalik arah, dari rugi Rp 307,65 juta per 31 Agustus 2019 jadi laba Rp 1,1 miliar.

Tahun 2021 ini, WIFI optimis dapat membukukan pertumbuhan positif. Target ini melihat peningkatan di bidang pengembangan software dan aplikasi, serta dorongan transformasi digital serentak yang terjadi selama pandemi.

Untuk target kinerja tahun ini, Hermansjah menjelaskan, pendapatan iklan online dan offline masih mendominasi. Pendapatan iklan diharapkan mencapai 70% dari total pendapatan. Sedang pendapatan dari aplikasi berkontribusi sekitar 5% dan sisanya ialah pendapatan dari infrastruktur jaringan yang baru akan beroperasi di pertengahan 2021.

Baca Juga: Bidik 9 juta pengguna, Tugu Insurance sediakan layanan di aplikasi MyPertamina

Pada awal didirikan tahun 2012, WIFI bergerak di bidang usaha utama perdagangan kopi dengan nama PT Lucaffe Indonesia. Lalu, WIFI memiliki kegiatan usaha penunjang seperti aktivitas komunikasi dengan kabel, internet service provider (ISP), portal web atau platform digital, dan konstruksi sentral komunikasi. Di 2016 WIFI menjalankan usaha penjualan kopi.

Mulai 2018, WIFI memperluas kegiatan usahanya di bidang periklanan baik melalui out-of-home advertising (OOH) maupun digital advertising. Kemudian 2019, WIFI mendirikan KKD sebagai anak perusahaan yang menjalankan usaha di pengembangan produk dan layanan digital.

WIFI juga mulai melakukan pemasangan jaringan serat optik di 2019. Sejak saat itu, kegiatan usaha utama yang dijalankan WIFI adalah periklanan serta perusahaan holding yang di bidang periklanan, dan serat optik.

WIFI melakukan initial public offering (IPO) pada akhir tahun lalu dengan melepas 8,04% saham dengan harga penawaran Rp 530 per saham. Sehingga, WIFI meraih dana Rp 83 miliar dari IPO.

Direktur Utama Solusi Sinergi Digital Hermansjah Haryono mengatakan, perusahaan yang menggandeng PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek ini meraup dana segar sekitar Rp 83 miliar dari aksi korporasinya ini.

Selanjutnya: Bidik 9 juta pengguna, Tugu Insurance sediakan layanan di aplikasi MyPertamina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli