Rencana FMC Telkom (TLKM) Sudah Disetujui Investor Asing, Tinggal Tunggu Restu RUPS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa (30/5). Sinergi fixed mobile convergence (FMC) jadi salah satu agenda yang akan dibahas pada RUPS nanti.

Gagasan FMC telah dibahas sejak 2022 untuk menggabungkan layanan fixed broadband dan mobile broadband di bawah naungan Telkomsel. 

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menyebut rencana sinergi FMC telah disetujui investor asing dan pemegang saham di Amerika Serikat. Secara umum para investor memandang FMC sebagai aksi yang positif.


Baca Juga: TLKM dan UNTR Terbesar, Saham-Saham Ini Banyak Dilego Asing Saat IHSG Merosot

“Investor asing setuju sekitar 75% dari pemegang saham TLKM di beberapa negara. Di AS sekitar 5,6%, Eropa sekitar 2%, sebagian besar lainnya berasal dari investor di Asia,” jelas  Reza pada acara media gathering di Jakarta Kamis (25/5). 

VP Investor Relations Telkom Edwin Sebayang juga menegaskan investor asing menyambut positif rencana FMC ini dengan harapan kinerja TLKM bisa meningkat. 

Erwin mencermati dengan adanya FMC, kinerja Telkom secara fundamental sudah pasti meningkat.

“Tercermin dari revenue nya, dari net profit, dari earning per share meningkat, dividen per share meningkat, baru nanti dividend payout ratio meningkat seperti itu positifnya,” ujar Edwin dalam acara yang sama.

Prediksi Erwin, dengan penerapan FMC ini capex Telkom dapat menurun 10% dalam 5 tahun ke depan capex mencapai 22% dari total revenue.

Baca Juga: Telkom (TLKM) akan Gelar RUPS Selasa (30/5), Minta Persetujuan Integrasi Bisnis FMC

Sementara opex perseroan diharapkan bisa berada pada posisi Rp 1,6 triliun- Rp 1,9 triliun. Lebih lanjut, Edwin menilai efisiensi tersebut akan berdampak pada kenaikan ebitda perusahaan.

Harapannya FMC ini dapat berpengaruh pada kenaikan daripada ebitda ataupun revenue setiap tahunnya dengan target pertumbuhan pendapatan mid to high single digit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi