Rencana Impala sokong platinum



JAKARTA. Pemangkasan produksi yang terus dilakukan para produsen platinum yang beriringan dengan naiknya pamor logam mulia jadi pendukung kenaikan harga platinum. Diduga kenaikan harga masih akan berlanjut paling tidak hingga akhir pekan.

Mengutip Bloomberg, Selasa (1/3) pukul 14.15 WIB harga platinum kontrak pengiriman April 2016 terangkat 0,28% ke level US$ 937,00 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Meski demikian dalam sepekan harga platinum sudah koreksi 0,68%.

Pemaparan Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka kenaikan harga ini dimulai ketika People’s Bank of China (PBOC) memutuskan untuk memotong giro wajib minimumnya sebesar 50 bps. Hal tersebut dinilai tepat dilakukan karena pada Selasa (1/3) rilis data manufaktur PMI dan Caixin Manufaktur China tercatat negatif.


Manufaktur PMI China Februari 2016 turun dari 49,4 ke level 49,0 serta Caixin Manufaktur Februari 2016 merosot dari 48,4 di level 48,0. “Pasar lebih menanggapi spekulasi pemangkasan GWM daripada data manufaktur yang buruk, hanya saja memang tidak dipungkiri ini membatasi kenaikan,” jelas Ibrahim.

Namun memang kenaikan harga masih berpeluang lanjut sepanjang hari sebabnya, salah satu produsen platinum terbesar, Impala Platinum Holdings Ltd berencana memangkas produksinya. Hal tersebut akan dilakukan Impala di tambang di Rustenburg, Afrika Selatan yang akan rampung 2017 nanti.

“Tentunya dengan pemangkasan produksi ini sokongan bagi harga platinum cukup positif,” kata Ibrahim.

Apalagi mengingat saat ini perhatian pelaku pasar terhadap komoditas logam mulia kian meningkat. Setelah ketidakpastian dan kekhawatiran pasar akan langkah moneter para bank sentral dunia seperti The Fed, European Central Bank dan Bank of Japan di Maret 2016 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News