Rencana IPO Lion Air Belum Ada di Pipeline BEI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menerima dokumen rencana penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) dari PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air. 

"Lion Air saya masih belum terima," ucap I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia saat ditemui, Senin (15/1). 

Hingga 12 Januari 2024 sudah ada tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di bursa. Total dana yang berhasil dihimpun dari para pendatang baru itu mencapai Rp 1,33 triliun. 


Baca Juga: Dikabarkan Lagi Akan IPO, Lion Air Incar Dana Hingga Rp 7,77 Triliun

Sementara itu, BEI masih mengantongi rencana IPO dari 26 perusahaan. Mayoritas calon emiten itu merupakan perusahaan dengan skala aset menengah di kisaran Rp 50 miliar–Rp 250 miliar. 

"Lion Air belum ada di pipeline. Saat ini ada 26 perusahaan yang ada di pipeline. Itu relatif lebih banyak dari tahun sebelumnya yang prosesnya masih  berlangsung," jelas Nyoman. 

Seperti yang diketahui, Lion Air mengumpulkan dana sebesar US$ 300 juta hingga US$ 500 juta lewat IPO. Artinya, Lion Air berpotensi meraup Rp 7,77 triliun. 

Adapun Lion Air telah menjajaki untuk menggelar IPO pada 2019. Namun rencana itu harus diurungkan karena terkendala kondisi yang kurang kondusif. 

Baca Juga: Lion Air Dikabarkan Akan IPO, Incar Dana Rp 7,77 Triliun

Misalnya, kecelakaan pada Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang di dalam salah satu pesawat Boeing 737 Ma. Lalu ada pandemi Covid-19 yang menghantam industri penerbangan. 

Lion Air adalah maskapai berbiaya rendah yang melakukan penerbangan pertamanya pada 2000. Lion Air merupakan anak usaha perusahaan dari PT Langit Esa Oktagon. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi