JAKARTA. Pemerintah telah menetapkan 10 dari 25 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) guna merealisasikan target 20 juta turis asing pada 2019 mendatang. Kesepuluh KSPN tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Dari kesepuluh KSPN itu, tiga di antaranya akan mendapatkan prioritas pembangunan infrastruktur seperti aksesabilitas jalan, penyediaan akses baku, sanitasi, dan perumahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dana yang dialokasikan untuk tiga KSPN prioritas yaitu Borobudur, Mandalika dan Danau Toba pada 2017 senilai Rp 766 miliar. "Itu nanti ada upaya lain juga untuk menggalang pinjaman dari Bank Dunia," kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Rido Matari Ichwan, saat jumpa media di Jakarta, Jumat (28/10). Hingga saat ini, Rido tengah membentuk tim lelang/pokja, penyiapan pengumuman lelang, dan finalisasi Term of References (TOR) untuk kegiatan penyusunan rencana induk terintegrasi. Untuk rencana pengembangan Danau Toba 2015-2019 di antaranya pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dengan kontrak tahun jamak. Selanjutnya pembersihan atau pemeliharaan Danau Toba dari enceng gondok yang juga dilakukan dalam tahun jamak 2016-2018. Kemudian untuk kawasan wisata Borobudur dibuat rencana induk 2025 dengan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di seluruh kabupaten di Kawasan Candi Borobudur dan kawasan pendukungnya serta pengamanan Sungai Progo dan Ello. Selain itu, rencana pengembangan Borobudur 2015-2019 adalah program preservasi rutin Jalan Parakan-Secang-Magelang-Yogyakarta dan optimalisasi IPLT Kota Magelang.