JAKARTA. Rencana PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) untuk melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue tetap berjalan. Kemarin, manajemen BNBR bertandang ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk menyampaikan rencana itu. BNBR memang belum meminta izin resmi aksi korporasi ini kepada Bapepam-LK. "Kami hanya membahas mengenai teknis, mekanisme pelaksanaan, dan peraturan yang berkaitan dengan rencana itu," kata Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali, kemarin (27/1). Sekadar mengingatkan, BNBR berniat melakukan rights issue senilai Rp 4,26 triliun, dengan harga penawaran Rp 100-Rp 110 per saham. Ini merupakan skenario BNBR untuk membayar utang ke Northstar Pasific Partners Ltd. Untuk membayar utang itu, BNBR menerbitkan obligasi konversi senilai Rp 4,26 triliun untuk Northstar. Nah, Northstar berhak mengonversi alias menukarkan obligasi tersebut dengan 30%-31% saham BNBR. Rencananya BNBR akan menggelar rights issue tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED). Namun Direktur BNBR Ari S Hudaya bilang, rencana rights issue tanpa HMTED itu belum final. Artinya, BNBR masih membuka peluang untuk melakukan rights issue dengan HMTED. "Soal ini belum kami putuskan," ujarnya. Tapi, yang jelas, akhir bulan ini BNBR sudah harus mengantongi persetujuan dari Northstar sehubungan konversi utang ke saham ini. "Mereka sudah setuju," tandas Ari. Kalau semua urusan beres, BNBR akan mengajukan permintaan izin resmi right issue ke Bapepam-LK pada Februari nanti.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Rencana Rights Issue BNBR Tetap Berjalan
JAKARTA. Rencana PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) untuk melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue tetap berjalan. Kemarin, manajemen BNBR bertandang ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk menyampaikan rencana itu. BNBR memang belum meminta izin resmi aksi korporasi ini kepada Bapepam-LK. "Kami hanya membahas mengenai teknis, mekanisme pelaksanaan, dan peraturan yang berkaitan dengan rencana itu," kata Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali, kemarin (27/1). Sekadar mengingatkan, BNBR berniat melakukan rights issue senilai Rp 4,26 triliun, dengan harga penawaran Rp 100-Rp 110 per saham. Ini merupakan skenario BNBR untuk membayar utang ke Northstar Pasific Partners Ltd. Untuk membayar utang itu, BNBR menerbitkan obligasi konversi senilai Rp 4,26 triliun untuk Northstar. Nah, Northstar berhak mengonversi alias menukarkan obligasi tersebut dengan 30%-31% saham BNBR. Rencananya BNBR akan menggelar rights issue tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED). Namun Direktur BNBR Ari S Hudaya bilang, rencana rights issue tanpa HMTED itu belum final. Artinya, BNBR masih membuka peluang untuk melakukan rights issue dengan HMTED. "Soal ini belum kami putuskan," ujarnya. Tapi, yang jelas, akhir bulan ini BNBR sudah harus mengantongi persetujuan dari Northstar sehubungan konversi utang ke saham ini. "Mereka sudah setuju," tandas Ari. Kalau semua urusan beres, BNBR akan mengajukan permintaan izin resmi right issue ke Bapepam-LK pada Februari nanti.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News