KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar obligasi Indonesia kembali menunjukkan perbaikan kinerja. Dalam tiga bulan terakhir, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berada dalam tren bullish. Bahkan, pada Senin (17/5), ICBI berada di level 315,65 yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. Kendati demikian, pada Jumat (23/5), ICBI terkoreksi ke level 315,49. Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf menjelaskan, secara umum kinerja obligasi memang mengalami perbaikan. Namun, ia melihat tren positif saat ini berpotensi tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, outlook pasar obligasi cenderung belum terlalu positif. “Dari dalam negeri ada sentimen soal tax amnesty jilid II dan data neraca perdagangan yang positif, namun nyatanya pasar obligasi justru tertekan seiring adanya perubahan nada pada risalah pertemuan The Fed. Padahal, dalam kondisi normal, dua sentimen tadi bisa jadi katalis positif,” jelas Dimas kepada Kontan.co.id, Jumat (21/5).
Rencana The Fed memangkas pembelian obligasi bayangi outlook SBN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar obligasi Indonesia kembali menunjukkan perbaikan kinerja. Dalam tiga bulan terakhir, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berada dalam tren bullish. Bahkan, pada Senin (17/5), ICBI berada di level 315,65 yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. Kendati demikian, pada Jumat (23/5), ICBI terkoreksi ke level 315,49. Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf menjelaskan, secara umum kinerja obligasi memang mengalami perbaikan. Namun, ia melihat tren positif saat ini berpotensi tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, outlook pasar obligasi cenderung belum terlalu positif. “Dari dalam negeri ada sentimen soal tax amnesty jilid II dan data neraca perdagangan yang positif, namun nyatanya pasar obligasi justru tertekan seiring adanya perubahan nada pada risalah pertemuan The Fed. Padahal, dalam kondisi normal, dua sentimen tadi bisa jadi katalis positif,” jelas Dimas kepada Kontan.co.id, Jumat (21/5).