Repower Asia (REAL) Mulai Ekspansi ke Bisnis Data Center



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mulai mendiversifikasi bisnis di luar properti dengan menjajaki ekspansi ke sektor infrastruktur digital, termasuk data center dan managed service.

Langkah ini dilakukan melalui anak usaha terkendalinya, PT Repower Global Sinergitama (RGST), yang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Quanta Tunas Abadi (HIGEN).

Kesepakatan tersebut menjadi tahap awal persiapan akuisisi di bidang managed service, infrastruktur teknologi informasi, internet, dan data center.


Direktur Repower Asia Indonesia Sjafardamsah mengatakan, ekspansi tersebut menjadi bagian dari arah baru REAL untuk masuk ke bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga: Jaya Real (JRPT) Lanjutkan Pengembangan Bintaro Jaya, Proyek Hunian Baru Meluncur

"Ini menjadi tonggak awal transformasi bisnis Perseroan," ucapnya dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

REAL melihat sektor data center memiliki prospek seiring meningkatnya kebutuhan penyimpanan data, komputasi awan, dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Pasar penyimpanan data center Indonesia diperkirakan bernilai sekitar US$ 896,3 juta pada 2026 dan berpotensi mencapai US$ 1,95 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan rata-rata 13,8% per tahun.

Pertumbuhan tersebut juga didukung masuknya investasi asing ke fasilitas data center, kebutuhan lokalisasi data, serta berkembangnya pemain teknologi lokal.

Dari sisi regulasi, kewajiban penyimpanan data dan kebutuhan fasilitas pemulihan data turut menjadi penopang permintaan.

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 mengatur kewajiban penyelenggara sistem elektronik tertentu, termasuk sektor keuangan, terkait penyimpanan data.

Sementara itu, ketentuan Bank Indonesia mewajibkan bank dan lembaga keuangan memiliki fasilitas Disaster Recovery Center.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Perkuat Command Center, Distribusi Pupuk Subsidi Dipantau Real-Time

Bagi REAL, masuk ke data center juga membuka peluang diversifikasi pendapatan. Berbeda dengan bisnis properti yang cenderung bergantung pada siklus penjualan aset, layanan data center dan managed service umumnya berbasis kontrak jangka panjang dengan kebutuhan kapasitas yang terus meningkat.

Latar belakang REAL di bisnis properti juga dinilai dapat menjadi modal pendukung. Pengalaman dalam pengembangan lahan, bangunan, dan infrastruktur fisik dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan aset data center.

Dengan langkah tersebut, REAL mulai mengarahkan diversifikasi bisnisnya ke sektor infrastruktur digital yang berkaitan dengan pertumbuhan digitalisasi dan kebutuhan komputasi AI di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News