CANBERRA. Pemerintahan Australia berencana menggeber kampanye pemilihan umum di negaranya. Menurut Pejabat Keuangan Australia Wayne Swan, anggaran dana kampanye besar-besaran pada pemilu tahun ini akan membuat neraca Australia menjadi defisit. Resesi global yang terjadi belakangan menjadi pemicu utamanya. Untuk itu, Swan sudah melakukan pertemuan dengan koleganya di kabinet pada hari Senin ini untuk mendiskusikan paket stimulus kedua berjumlah miliaran dolar. Tujuannya tak lain untuk mengerem laju penurunan perekonomian. Sayangnya, belum ada detail lebih jauh mengenai hal ini. Sebelumnya, pemerintahan Negeri Kanguru sudah menyuntikkan dana sebesar 36 miliar dolar Australia atau US$ 23 miliar ke perekonomian negaranya sejak September lalu. Dana itu juga sudah termasuk bonus tunai dalam bentuk cek kesejahteraan, dana kredit perumahan, bantuan untuk industri otomotif dan proyek-proyek infrastruktur.
Resesi, Australia Mengalami Defisit
CANBERRA. Pemerintahan Australia berencana menggeber kampanye pemilihan umum di negaranya. Menurut Pejabat Keuangan Australia Wayne Swan, anggaran dana kampanye besar-besaran pada pemilu tahun ini akan membuat neraca Australia menjadi defisit. Resesi global yang terjadi belakangan menjadi pemicu utamanya. Untuk itu, Swan sudah melakukan pertemuan dengan koleganya di kabinet pada hari Senin ini untuk mendiskusikan paket stimulus kedua berjumlah miliaran dolar. Tujuannya tak lain untuk mengerem laju penurunan perekonomian. Sayangnya, belum ada detail lebih jauh mengenai hal ini. Sebelumnya, pemerintahan Negeri Kanguru sudah menyuntikkan dana sebesar 36 miliar dolar Australia atau US$ 23 miliar ke perekonomian negaranya sejak September lalu. Dana itu juga sudah termasuk bonus tunai dalam bentuk cek kesejahteraan, dana kredit perumahan, bantuan untuk industri otomotif dan proyek-proyek infrastruktur.