Resesi Global Diprediksi Terjadi di 2023, Persiapkan Diri seperti Warren Buffett



KONTAN.CO.ID - Sejumlah lembaga dan pakar memproyeksi, perekonomian global akan masuk jurang resesi pada tahun depan. Dampak dari kenaikan suku bunga yang signifikan dalam waktu singkat disertai lonjakan inflasi akan memukul berbagai sektor ekonomi. 

Tidak hanya itu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada Selasa (11/10/2022) bahwa ekonomi dunia sedang menuju "badai air". IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global untuk tahun depan dan memperingatkan resesi dunia yang keras jika pembuat kebijakan salah menangani perang melawan inflasi.

Melansir New York Times, penilaian suram dirinci dalam laporan World Economic Outlook, yang diterbitkan ketika pejabat ekonomi top dunia melakukan perjalanan ke Washington untuk pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF.


Pertemuan itu bertepatan pada kondisi ekonomi global yang muram, seiring terjadinya gangguan rantai pasokan yang terus-menerus dan perang Rusia di Ukraina. Faktor-faktor tersebut telah menyebabkan lonjakan harga energi dan pangan selama setahun terakhir, yang pada akhirnya memaksa para bank sentral menaikkan suku bunga tajam untuk mendinginkan ekonomi mereka.

IMF menilai, menaikkan biaya pinjaman mungkin akan menjinakkan inflasi dengan memperlambat investasi bisnis dan belanja konsumen. Akan tetapi, tingkat inflasi yang lebih tinggi juga dapat menghasilkan serangkaian masalah baru: serangkaian resesi di negara-negara kaya dan krisis utang di negara-negara miskin.

Baca Juga: Warren Buffett: Anda Tidak Membutuhkan Utang Terlalu Banyak di Dunia

"Singkatnya, yang terburuk belum datang, dan bagi banyak orang 2023 akan terasa seperti resesi," demikian bunyi laporan IMF.

Nah, jika Anda khawatir tentang potensi resesi dan dampaknya terhadap investasi, itu hal yang normal. 

Melansir The Motley Fool, berikut adalah beberapa tips dari investor terkenal Warren Buffett agar Anda bisa mempersiapkan diri sebelum resesi menerjang:

1. Jangan takut untuk terus berinvestasi

Ketika harga saham jatuh dan ekonomi tenggelam, ini mungkin bukan waktu terbaik untuk berinvestasi. Namun, penurunan bisa menjadi kesempatan sempurna untuk membeli lebih banyak karena harga menjadi lebih murah.

Kembali pada tahun 2008, pada puncak Resesi Hebat, Warren Buffett menulis sebuah opini untuk The New York Times. Di dalamnya, dia berkata: "Singkatnya, berita buruk adalah sahabat investor. Ini memungkinkan Anda membeli sepotong masa depan Amerika dengan harga yang diturunkan."

Jika resesi sebelumnya telah mengajari kita sesuatu, pasar pada akhirnya akan pulih. Dengan terus berinvestasi selama penurunan, Anda tidak hanya dapat memperoleh investasi berkualitas tinggi dengan harga diskon. Tetapi Anda juga dapat menyiapkan diri untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan saat harga saham melambung.

Baca Juga: Inflasi Tinggi dan Pasar Volatile, Ini Saran Menarik dari Warren Buffett

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie