KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Ekonomi
Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai kebijakan reshuffle kabinet dapat memberikan dampak beragam terhadap kondisi ekonomi dan iklim investasi ke depan. Menurutnya, reshuffle bisa menjadi sinyal ketidakpastian bagi pelaku usaha, terutama jika diikuti dengan perubahan arah kebijakan dari pejabat yang baru menjabat. “Reshuffle ini bisa menjadi sinyal ketidakpastian atau bisa jadi sinyal perbaikan tata kelola pemerintahan,” ujarnya pada Kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, pergantian menteri atau kepala lembaga berpotensi memicu perubahan kebijakan yang berdampak langsung pada strategi bisnis perusahaan.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tertekan Tiga Jalur Global, Ini Penjelasan Deputi Gubernur BI “Kebijakan yang berganti ini bisa membuat strategi perusahaan berubah mengikuti keinginan menteri yang baru,” katanya. Situasi tersebut dinilai dapat membuat investor cenderung bersikap hati-hati dan menunda keputusan investasi hingga arah kebijakan pemerintah menjadi lebih jelas. Meski demikian, Huda menilai potensi ketidakpastian tersebut dapat diminimalisir jika pejabat baru tetap mengacu pada rencana dan dokumen resmi pemerintah yang telah ditetapkan sebelumnya. Di sisi lain, reshuffle juga dinilai membawa peluang perbaikan, terutama jika dilakukan untuk mengganti pejabat yang tidak kompeten. “Sisi positif dari reshuffle ini adalah mengganti orang yang tidak kompeten di posisi saat ini,” ujarnya. Ia menilai, sejumlah jabatan strategis sebelumnya diisi oleh figur yang tidak mampu menghasilkan kebijakan yang optimal bagi perekonomian. Karena itu, Huda menekankan pentingnya Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pejabat yang ditunjuk memiliki kompetensi dan profesionalitas. “Bukan hanya soal bagi-bagi jabatan, tapi harus bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada masyarakat secara luas,” tegasnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik enam pejabat baru untuk mengisi berbagai posisi strategis di kursi pemerintahan. Enam orang ini diantaranya adalah : Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi Enam orang ini diantaranya adalah :
- Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
- Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
- Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
- Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
- Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi
- Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Baca Juga: KEK Keuangan Bisa Dongkrak Investasi, Ekonom Ingatkan Risiko Tinggi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News