Resmi! 2 Saham Masuk HSC, Cek Daftar 53 Saham Konsentrasi Tinggi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah daftar saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). BEI memasukkan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) ke dalam daftar saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi tinggi.

Keputusan tersebut disampaikan BEI melalui pengumuman yang diterbitkan pada 4 Agustus 2026.

Dalam pengumuman itu, BEI mengungkapkan bahwa sebanyak 98,21% saham ALKA dikuasai oleh segelintir pemegang saham.


Sementara itu, tingkat konsentrasi kepemilikan saham AGAR bahkan lebih tinggi. Sebanyak 99,32% saham beredar perseroan tercatat dimiliki oleh sejumlah kecil pemegang saham.

Meski demikian, BEI menegaskan bahwa masuknya suatu saham ke dalam daftar berkonsentrasi tinggi tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal.

"Pengumuman ini tidak serta merta mengindikasikan adanya pelanggaran aturan dan hukum di pasar modal," tulis BEI dalam pengumumannya.

Baca Juga: Kinerja Bagus, Analis Rekomendasi Beli Saham Prajogo Ini dengan Target Harga 3x Lipat

Saham ALKA dan AGAR Melonjak Tajam

Berdasarkan data RTI, saham AGAR ditutup di level Rp 830 per saham pada perdagangan Rabu (5/8/2026).

Kinerja saham emiten tersebut terbilang impresif. Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan 5 Agustus 2026, harga saham AGAR telah melonjak 251,69% secara year to date (YTD).

Adapun saham ALKA ditutup di level Rp 1.715 per saham pada perdagangan yang sama.

Kenaikan saham ALKA bahkan lebih tinggi. Sepanjang tahun berjalan hingga 5 Agustus 2026, harga sahamnya telah melesat 368,58% YTD.

Tonton: Tito Tegas! Pemda Diminta Hemat Dulu Sebelum Minta Tambahan Dana

Apa Arti Saham Berkonsentrasi Tinggi?

Saham berkonsentrasi tinggi merupakan saham yang sebagian besar kepemilikannya dikuasai oleh sejumlah kecil pemegang saham. Kondisi tersebut membuat porsi saham yang beredar di publik (free float) relatif terbatas.

Dengan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan lebih sedikit, pergerakan harga berpotensi menjadi lebih volatil karena transaksi dalam jumlah tertentu dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap harga saham.

Karena itu, investor umumnya perlu mencermati tingkat likuiditas, free float, serta risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi. 

Daftar Saham HSC

Sebelumnya, BEI telah mengumumkan 51 saham HSC pada Juli 2026. Sebanyak 37 saham diumumkan sebagai saham HSC pada 14 Juli. Sebelumnya pada awal Juli juga terdapat 14 saham HSC.

Berikut daftar 37 saham yang masuk kategori HSC:

  1. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)

  2. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)

  3. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)

  4. PT Golden Flower Tbk (POLU)

  5. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)

  6. PT MD Entertainment Tbk (FILM)

  7. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)

  8. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)

  9. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)

  10. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

  11. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)

  12. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

  13. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

  14. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)

  15. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

  16. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)

  17. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)

  18. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)

  19. PT Bank Mega Tbk (MEGA)

  20. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

  21. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

  22. PT Siantar Top Tbk (STTP)

  23. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)

  24. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

  25. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

  26. PT FAP Agri Tbk (FAPA)

  27. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)

  28. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)

  29. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

  30. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

  31. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

  32. PT Bank Permata Tbk (BNLI)

  33. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)

  34. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)

  35. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

  36. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

  37. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) 

Tonton: Kejagung Telusuri Dugaan

Sebelumnya, 14 emiten tercatat dalam evaluasi HSC pada awal Juli 2026 beserta tingkat konsentrasi kepemilikannya:

Kode Emiten Konsentrasi Kepemilikan
AGII PT Samator Indo Gas Tbk 97,75%
SOTS PT Satria Mega Kencana Tbk 98,35%
IFSH PT Ifishdeco Tbk 99,77%
MGLV PT Panca Anugrah Wisesa Tbk 95,94%
ROCK PT Rockfields Properti Indonesia Tbk 99,85%
RLCO PT Abadi Lestari Indonesia Tbk 95,35%
DSSA PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 95,76%
BREN PT Barito Renewables Energy Tbk 97,31%
WBSA PT BSA Logistics Indonesia Tbk 95,82%
TCPI PT Transcoal Pacific Tbk 94,10%
MGRO PT Mahkota Group Tbk 93,76%
SATU PT Kota Satu Properti Tbk 94,27%
HATM PT Habco Trans Maritima Tbk 96,09%
DGWG PT Delta Giri Wacana Tbk 97,35%
Catatan: konsentrasi kepemilikan saham berdasarkan data 2 Juli 2026  

WIKA Masuk Status Selective Default, Pefindo Pangkas Peringkat
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News