Resmi Akuisisi Mount Margaret, Cek Profil BUMI, Portofolio, hingga Kinerja Terkininya



KONTAN.CO.ID - PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memperluas bisnis pertambangan melalui akuisisi Mount Margaret Mining Pty Ltd, perusahaan asal Australia yang bergerak di sektor mineral, khususnya emas dan tembaga. Transaksi ini dilakukan melalui anak usaha BUMI di Australia, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), dengan nilai sekitar Rp393,93 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 26 Oktober 2026, transaksi akuisisi diselesaikan pada 23 Oktober 2026. Melalui transaksi tersebut, BUMI secara tidak langsung menguasai 100% saham Mount Margaret melalui BRA.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi BUMI untuk memperluas portofolio bisnis di luar batu bara. Sebelumnya, perseroan juga melakukan ekspansi ke sejumlah aset mineral di Australia, termasuk melalui akuisisi Loyal Metals, Wolfram Limited, dan Jubilee Metals.


Di tengah upaya diversifikasi tersebut, BUMI masih mengandalkan bisnis batu bara melalui perusahaan-perusahaan operasional utamanya. Kinerja bisnis inti ini menjadi faktor penting untuk menilai kemampuan perseroan membiayai ekspansi sekaligus menjaga pertumbuhan keuangan.

Merangkum data BEI, perdagangan sesi 1 Senin (26/10), harga saham BUMI menghijau rentang Rp140-144/saham. Dalam hitungan sepekan terakhir, kinerja saham BUMI naik lebih dari 20%.

Lalu, seperti apa portofolio bisnis BUMI? Cek informasi selengkapnya.

Baca Juga: Saham Melesat Sentuh ARA, Cek Profil Emiten MEDS hingga Kinerja Terkini

Profil Singkat Bumi Resources (BUMI)

PT Bumi Resources Tbk. merupakan perusahaan pertambangan dan sumber daya alam yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BUMI. Perusahaan ini menjalankan kegiatan usaha di sektor batu bara dan mengembangkan portofolio mineral melalui anak usaha serta investasi di dalam dan luar negeri.

Perseroan berdiri pada 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan pada awalnya bergerak di bidang perhotelan serta pariwisata. Pada 1998, perusahaan mengubah fokus bisnis ke sektor minyak, gas alam, dan pertambangan. Nama PT Bumi Resources Tbk. mulai digunakan pada 2000.

Dalam perkembangannya, BUMI membangun portofolio bisnis batu bara melalui Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia. Perseroan kemudian memperluas eksposurnya ke sektor mineral, antara lain melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) serta akuisisi sejumlah perusahaan pertambangan di Australia.

Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim, Cek Profil Emiten PSAB hingga Kinerja Terkini

BUMI Akuisisi Mount Margaret Senilai Rp393,93 Miliar

BUMI menuntaskan akuisisi 100% saham Mount Margaret Mining Pty Ltd pada 23 Oktober 2026. Transaksi dilakukan oleh BRA, anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki BUMI.

Nilai transaksi tercatat sebesar US$22,008 juta atau sekitar Rp393,93 miliar. Dengan penyelesaian akuisisi tersebut, BUMI memperoleh kepemilikan tidak langsung atas seluruh saham Mount Margaret.

Mount Margaret merupakan perusahaan Australia yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan emas dan tembaga. Akuisisi ini memperluas eksposur BUMI terhadap dua komoditas mineral yang berbeda karakteristik pasarnya dibandingkan batu bara.

Manajemen menyebut transaksi tersebut sejalan dengan strategi transformasi dan diversifikasi usaha perseroan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kegiatan usaha serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Namun, akuisisi perusahaan tambang tidak otomatis menghasilkan tambahan pendapatan dalam waktu singkat. Dampak finansialnya akan bergantung pada kondisi aset yang diakuisisi, tahapan pengembangan proyek, kebutuhan belanja modal, serta kemampuan perusahaan merealisasikan potensi ekonominya.

Baca Juga: Segera Lepas Saham Treasuri 9,63 Miliar, Cek Profil Emiten DSSA hingga Kinerjanya

Lini Bisnis Bumi Resources

Secara garis besar, bisnis BUMI dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni batu bara dan mineral atau nonbatu bara.

1. Pertambangan batu bara

Batu bara masih menjadi bisnis utama BUMI. Perseroan memiliki eksposur terhadap kegiatan penambangan melalui KPC dan Arutmin Indonesia.

KPC mengoperasikan tambang batu bara di Kalimantan Timur, sedangkan Arutmin menjalankan kegiatan pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan. Kedua perusahaan tersebut menjadi kontributor utama volume produksi dan penjualan batu bara yang terkait dengan BUMI.

Selain penambangan, kegiatan bisnis yang berkaitan dengan batu bara mencakup pemasaran, perdagangan, pengangkutan, dan pengembangan rantai pasok sesuai struktur usaha perseroan.

2. Pertambangan mineral

BUMI memperluas bisnis mineral melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dan investasi di sejumlah perusahaan tambang Australia.

Portofolio mineral memberikan eksposur terhadap komoditas seperti emas, tembaga, dan mineral lainnya. Diversifikasi ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara yang harganya dipengaruhi permintaan global, kebijakan energi, serta kondisi pasar komoditas.

Akuisisi Mount Margaret memperkuat strategi tersebut karena menambah aset perusahaan yang bergerak di sektor emas dan tembaga.

3. Pengembangan aset mineral di Australia

Australia menjadi salah satu tujuan ekspansi BUMI untuk mengembangkan portofolio di luar batu bara. Melalui BRA dan perusahaan terkait, BUMI telah melakukan sejumlah akuisisi aset mineral.

Pengembangan aset di Australia membuka peluang untuk memperluas sumber pendapatan. Meski demikian, investor perlu membedakan antara perusahaan yang sudah berproduksi secara komersial dan aset yang masih berada pada tahap eksplorasi atau pengembangan.

Perbedaan tahapan tersebut menentukan kapan aset berpotensi berkontribusi terhadap pendapatan dan laba perseroan.

Baca Juga: Saham Melesat, Cek Profil Emiten PICO, Lini Bisnis, hingga Kinerja Terbarunya

Daftar Perusahaan yang Dikuasai atau Menjadi Bagian dari Portofolio BUMI

Melansir laman resminya, portofolio BUMI mencakup perusahaan operasional batu bara, perusahaan mineral, serta aset pertambangan di Australia. Berikut sejumlah perusahaan utama yang berkaitan dengan kegiatan usaha BUMI.

Perusahaan Bidang usaha Peran dalam portofolio BUMI
PT Kaltim Prima Coal (KPC) Pertambangan batu bara Salah satu aset utama produksi batu bara
PT Arutmin Indonesia Pertambangan batu bara Salah satu aset utama produksi batu bara
PT Pendopo Energi Batubara Batu bara Bagian dari portofolio usaha batu bara
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Pertambangan mineral Eksposur terhadap bisnis mineral, termasuk emas
Mount Margaret Mining Pty Ltd Mineral, termasuk emas dan tembaga Diakuisisi 100% melalui BRA pada Oktober 2026
Loyal Metals Ltd Eksplorasi mineral Aset Australia untuk memperluas eksposur ke tembaga, emas, dan litium
Wolfram Limited Pertambangan mineral Bagian dari ekspansi portofolio mineral Australia
Jubilee Metals Pertambangan mineral Bagian dari pengembangan bisnis mineral di Australia
Tabel ini merangkum perusahaan utama dan aset yang disebut dalam informasi publik terkait BUMI. Status kepemilikan, persentase saham, dan struktur pengendalian masing-masing perusahaan dapat berbeda.

Kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha juga perlu dibedakan dari kepemilikan langsung oleh BUMI.

Baca Juga: RAJA Segera Akuisisi Perusahaan LNG, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Susunan Manajemen BUMI

Manajemen BUMI bertanggung jawab atas strategi bisnis, pengelolaan keuangan, hingga operasional.

1. Direksi BUMI

Nama Jabatan
Adika Nuraga Bakrie Direktur Utama
Agoes Projosasmito Wakil Direktur Utama
Nalinkant A. Rathod Direktur
Adrian Wicaksono Direktur
Phiong Phillipus Darma Direktur
Eddy Sanusi Direktur
Andrew Christopher Beckham Direktur
R.A. Sri Dharmayanti Direktur
Maringan M. Ido Hotna Hutabarat Direktur
Rio Supin Direktur
Himawan Setiadi Direktur
Christopher K. Fong Direktur
Donny Iskandar Maramis Direktur
2. Dewan Komisaris BUMI

Nama Posisi Independen
Sharif Cicip Sutardjo Presiden Komisaris Ya
Anton Setianto Soedarsono Komisaris Ya
Kanaka Puradiredja Komisaris Ya
Y.A. Didik Cahyanto Komisaris Ya
Anggawira Komisaris Ya
Adhika Andrayudha Bakrie Komisaris Tidak
Thomas Myer Kearney Komisaris Tidak
— Komisaris Tidak
Baca Juga: UNSP Langsung ARA Pasca Keluar Papan FCA, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkininya

Kinerja Keuangan BUMI Semester I 2026

Merangkum data BEI, BUMI mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan dengan penyajian PSAK 111 yang dipublikasikan perseroan, pendapatan mencapai US$866,8 juta atau sekitar Rp15,51 triliun.

Nilai tersebut meningkat 27,9% dibandingkan US$677,9 juta pada semester I 2025. Laba bersih periode berjalan naik 87,4% menjadi US$72,3 juta atau sekitar Rp1,29 triliun.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 188,4% menjadi US$58,9 juta atau sekitar Rp1,05 triliun.

Berikut perbandingan kinerja keuangan BUMI pada semester I 2025 dan semester I 2026.

Indikator Semester I 2025 Semester I 2026 Perubahan
Pendapatan Rp12,13 triliun Rp15,51 triliun Naik 27,9%
Laba bruto Rp1,92 triliun Rp2,61 triliun Naik 36,3%
Laba usaha Rp990,0 miliar Rp1,49 triliun Naik 50,3%
Laba sebelum pajak Rp921,3 miliar Rp1,87 triliun Naik 102,5%
Laba bersih periode berjalan Rp690,8 miliar Rp1,29 triliun Naik 87,4%
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp365,0 miliar Rp1,05 triliun Naik 188,4%
Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang diikuti kenaikan laba usaha dan laba bersih. Margin usaha juga meningkat menjadi 9,6% dari 8,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tonton: Indonesia Pangkas Ekspor Gas, PM Singapura Ingatkan Kontrak!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News