Resmi BEI! Inilah 9 Saham Terkonsentrasi Tinggi, BREN hingga DSSA Masuk Daftar HSC
Jumat, 03 April 2026 05:50 WIB
Oleh: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) per 31 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi sekaligus menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Daftar 9 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
Berdasarkan data BEI, terdapat sembilan saham dengan tingkat kepemilikan oleh kelompok tertentu di atas 95%, yaitu: 1. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) – 95,47% 2. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) – 97,75% 3. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) – 98,35% 4. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) – 99,77% 5. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) – 95,94% 6. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) – 99,85% 7. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) – 95,35% 8. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – 95,76% 9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – 97,31% Baca Juga: Empat Reformasi Pasar Modal Tuntas, Penurunan Bobot di MSCI Membayangi Tidak Otomatis Melanggar Free Float Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa status HSC tidak serta-merta menunjukkan pelanggaran terhadap ketentuan free float di pasar modal. “Tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran,” ujarnya. Dorongan untuk Tingkatkan Kepemilikan Publik BEI mendorong emiten dalam daftar HSC untuk meningkatkan distribusi saham ke publik. Setelah langkah perbaikan dilakukan, emiten dapat melaporkan ke BEI untuk dilakukan evaluasi ulang. Jika sudah tidak terkonsentrasi tinggi, statusnya akan dicabut. Tonton: Prabowo Disambut Upacara Megah di Korea! 10 Kerja Sama Strategis Disepakati
Belum Ada Notasi Khusus Hingga saat ini, BEI belum berencana memberikan notasi khusus bagi saham dengan status HSC. Namun, publikasi ini diharapkan membantu investor dalam menilai risiko, terutama terkait likuiditas dan potensi pergerakan harga saham.
Diplomasi Iran ke Indonesia! Dari JK, Megawati hingga Jokowi di Tengah Perang