Resmi Berlaku Hari Ini (3/8)! Cek Daftar Saham Blue Chip LQ45 Terbaru
Senin, 03 Agustus 2026 05:49 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cek daftar saham blue chip terbaru di di Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar saham blue chip di indeks LQ45 resmi berubah mulai hari ini, Senin 3 Agustus 2026. Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman di pasar modal dan memiliki fundamental yang bagus. Saham blue chip biasanya memiliki likuiditas tinggi dan market capital besar, mencapai puluhan atau ratusan triliun rupiah. Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak komposisi Indeks LQ45 yang berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi dikeluarkan dari indeks saham unggulan tersebut dan digantikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Berdasarkan hasil evaluasi berkala BEI yang diumumkan pada 27 Juli 2026, saham INDY masuk ke dalam Indeks LQ45 dengan bobot 0,25%, sedangkan NCKL memperoleh bobot sebesar 0,46%. Perubahan komposisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi rutin yang mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari likuiditas perdagangan, kapitalisasi pasar, hingga fundamental emiten. Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (3/8), IHSG Diproyeksi Menguat SMGR dan TOWR dinilai tidak lagi memenuhi kriteria yang ditetapkan BEI. Sejak awal tahun 2026 hingga 31 Juli kemarin, harga saham SMGR telah terkoreksi 45,11% atau 1.200 poin ke level Rp 1.460. Pada saat bersamaan, harga saham TOWR merosot 181 poin atau 30,94% ke level Rp 404. Pelemahan harga saham tersebut turut memengaruhi likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar kedua emiten sehingga berdampak pada posisinya di dalam Indeks LQ45. Berpotensi Picu Penyesuaian Portofolio Masuknya INDY dan NCKL ke dalam LQ45 berpotensi mendorong terjadinya passive inflow dari investor institusi maupun produk investasi yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan investasi. Sebaliknya, saham yang keluar dari LQ45 berpotensi mengalami tekanan jual dalam jangka pendek akibat penyesuaian portofolio oleh manajer investasi dan reksa dana indeks. INDY dan NCKL dipilih karena memiliki likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar yang memenuhi kriteria BEI. Kehadiran kedua saham tersebut juga memperluas eksposur sektor dalam LQ45 yang selama ini masih didominasi oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Dengan bobot masing-masing 0,25% dan 0,46%, kedua emiten tersebut juga masih jauh di bawah batas maksimum bobot per saham dalam LQ45 yang ditetapkan sebesar 15%. Tonton: Prabowo Resmi Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Hartanya Rp10,9 Miliar Bobot Saham Perbankan Berubah Evaluasi mayor kali ini juga mengubah komposisi bobot sejumlah saham perbankan yang menjadi konstituen utama Indeks LQ45. Bobot saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun menjadi 15,00% dari sebelumnya 16,79%. Sementara itu, bobot PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun menjadi 13,23% dari 13,71%. Di sisi lain, bobot PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) justru meningkat menjadi 10,91% dari sebelumnya 10,46%. Perubahan bobot tersebut menunjukkan upaya BEI untuk menjaga diversifikasi indeks sekaligus membatasi konsentrasi pada saham-saham tertentu melalui penerapan batas maksimum bobot sebesar 15%. Penurunan bobot BBCA dan BBRI membuka ruang bagi peningkatan proporsi saham non-perbankan dalam LQ45, termasuk emiten-emiten baru yang dinilai memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang memadai. Bagi investor, perubahan konstituen dan bobot saham dalam LQ45 menjadi informasi penting karena berpotensi memengaruhi arus dana investasi, terutama dari produk reksa dana indeks maupun investor institusional yang menjadikan LQ45 sebagai acuan portofolio. Rebalancing yang berlaku efektif pada 3 Agustus 2026 juga berpotensi meningkatkan volatilitas perdagangan saham-saham yang masuk maupun keluar dari indeks dalam jangka pendek, sebelum akhirnya kembali bergerak mengikuti fundamental masing-masing emiten.
Saham LQ45 Berikut daftar saham di Indeks LQ45 periode 3 Agustus-30 Oktober 2026: AADI PT Adaro Andalan Indonesia Tbk