Resmi Dibuka, DELF 2026 Hong Kong Pamerkan Masa Depan Hiburan Digital Berbasis AI



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Cyberport, pusat teknologi digital dan akselerator kecerdasan buatan/artificial intellegence (AI) milik Pemerintah Hong Kong, resmi membuka ajang tahunan bergengsi, Digital Entertainment Leadership Forum (DELF) 2026, Jumat (28/8). 

Mengusung tema "The Dreamatic Circus", forum yang berlangsung selama tiga hari ini memperlihatkan bagaimana AI dan teknologi imersif merombak wajah industri kreatif, hiburan digital, hingga gaya hidup modern. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Sekretaris Inovasi, Teknologi, dan Industri Pemerintah HKSAR, Sun Dong dan Chairman Cyberport, Simon Chan.

"DELF 2026 mengeksplorasi bagaimana agentic AI mentransformasi industri kreatif, menempatkan AI bukan sebagai pengganti imajinasi manusia, melainkan sebagai mitra kolaboratif yang membantu mewujudkan impian para kreator secara lebih berani," ujar Sun Dong dalam acara tersebut, Jumat (28/8).


Chairman Cyberport Simon Chan mengatakan, DELF 2026 mengajak peserta menjelajahi berbagai kemungkinan yang tercipta ketika imajinasi manusia diberdayakan oleh teknologi. 

"AI memperluas apa yang dapat dibayangkan dan dihasilkan oleh para kreator," kata Simon Chan.

Baca Juga: Tencent Rilis Model AI Open Source Baru, Punya 770 Miliar Parameter

Simon Chan juga menyoroti kesiapan infrastruktur pengembang teknologi setempat setelah beroperasinya fasilitas AI Supercomputing Centre dan rampungnya gedung Cyberport 5. 

"DELF bukan hanya tentang melihat apa yang bisa dilakukan teknologi hari ini, tetapi tentang membayangkan apa yang bisa kita ciptakan bersama esok hari. Forum ini diharapkan bisa menginspirasi pemikiran baru dan membantu mengubah lebih banyak ide kreatif Hong Kong menjadi inovasi berdampak luas," tegasnya.

DELF 2026 menyajikan lebih dari 35 pameran teknologi interaktif yang tersebar di empat zona utama, yakni Digital Entertainment, Culture and Arts, Smart Living and Business, serta Robotics and Drones.

Para pengunjung juga disuguhi beragam inovasi, mulai dari pameran seni imersif berbasis serial animasi lokal Another World, platform fesyen pintar berteknologi AI dari Genesis ONE, hingga aksi robot tempur canggih buatan GJS Technology. 

Tak cuma itu, pengunjung juga bisa merasakan langsung keseruan workshop interaktif AI, pertunjukan drone, demonstrasi uji terbang pesawat listrik eVTOL, hingga kompetisi e-sports.

Rangkul Raksasa Teknologi dan Lembaga Pendidikan

Tak kurang dari 60 tokoh industri, akademisi, dan investor mancanegara turut ambil bagian. Sederet nama besar dari raksasa teknologi seperti NVIDIA, Dell Technologies, Huawei Cloud, BytePlus, hingga Tencent Institute of Games hadir membagikan pandangan mereka mengenai masa depan AI di industri film, gim, dan animasi.

Di kesempatan yang sama, Cyberport juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra strategis. Bersama Alibaba Cloud, Cyberport meluncurkan AI Builder Program untuk menyokong bisnis perintis (start-up) lokal. 

Lalu, kemitraan dengan The Hong Kong Academy for Performing Arts (HKAPA) berfokus pada pengembangan art tech dan rencana pembentukan studio imersif. Sementara kolaborasi dengan Hong Kong Shue Yan University diarahkan untuk menggembleng talenta muda di bidang AI dan blockchain. 

Baca Juga: Nvidia Ramal Pendapatan Melonjak 70% Berkat Booming AI

Sebagai informasi, Cyberport adalah pusat teknologi digital dan akselerator AI yang sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR). Saat ini, Cyberport menaungi lebih dari 2.400 perusahaan, termasuk 29 perusahaan tercatat di bursa dan 10 unicorn. Sebanyak sepertiga pendiri perusahaan di kawasan ini berasal dari 28 negara, dengan jangkauan bisnis yang telah merambah lebih dari 35 pasar global.

Nah, sebagai inkubator tingkat negara, Cyberport juga menyediakan pendanaan, fasilitas kantor, hingga jaringan investor global untuk membantu perusahaan rintisan tumbuh dan melakukan ekspansi ke China maupun pasar internasional.