Resmi! Dividen Saham Blue Chip Rp 37.700/Lot Siap Diserok, 4X Bunga Deposito!
Kamis, 30 April 2026 05:05 WIB
Oleh: Selvi Mayasari | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Dividen bernilai jumbo dari saham blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) siap diserok. Investor bisa mengantongi dividen Rp 37.700 per lot saham. Saham blue chip adalah saham lapis satu yang biasanya memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Di BEI, saham blue chip biasanya menjadi anggota indeks mayor seperti LQ45. Saham Indeks LQ45 yang baru saja mengumumkan pembayaran dividen jumbo adalah PT Bank Mandiri (BMRI). Dividen jumbo ini berasal dari laba tahun buku 2025.
Total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp 44 triliun atau setara dengan dividend payout ratio sebesar 79%. Baca Juga: Saham Prajogo Pangestu Hingga Salim Group Tertekan, Masih Adakah yang Menarik? Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (29/4/2026). Angka payout ratio ini sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di level 78%. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim yang telah lebih dulu dibagikan kepada pemegang saham pada Januari 2026 sebesar Rp 9,32 triliun. Dengan begitu, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp 35,15 triliun. Dengan nilai tersebut, dividen final yang akan diterima pemegang saham diperkirakan sekitar Rp 377 per saham. Artinya, investor akan mendapatkan dividen Rp 37.700 per lot saham BMRI (1 lot = 100 saham). Tonton: Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0% Berlaku 6 Bulan, Kapan Berlaku? Jika mengacu pada harga saham BMRI di level Rp 4.430 per saham pada akhir perdagangan Rabu 29 April 2026, maka yield dividen final mencapai sekitar 8,51%. Jumlah tersebut mencapai empat kali lipat dibandingkan suku bunga deposito rupiah di bank umum yang sekitar 2%-3%.
Pembagian dividen itu akan menggunakan laba bersih konsolidasi sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 56,3 triliun. Sebagai catatan, sebelumnya BMRI telah lebih dulu membagikan dividen interim dengan nilai Rp 9,3 triliun atau setara Rp 100 per saham pada Januari 2026. Selain itu, RUPST juga menyetujui penggunaan Rp11,82 triliun atau setara 21% dari laba sebagai saldo laba ditahan.
Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0% Berlaku 6 Bulan, Kapan Berlaku?