KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pintu bagi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masuk lagi ke susunan indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) Global Standard Indexes terbuka. Perusahaan yang dikendalikan konglomerat Prajogo Pangestu ini telah meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) melebihi batas ketentuan MSCI. Manajemen TPIA mengumumkan telah meningkatkan free float dari sebelumnya 10,9% menjadi 25,7%. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi penyeimbangan struktur kepemilikan saham (shareholding rebalancing) sekaligus memperluas basis investor. Peningkatan free float tersebut diharapkan dapat memperbaiki likuiditas perdagangan saham perseroan dan meningkatkan akses investor, baik domestik maupun internasional.
Free float saham TPIA sebesar 25,7% telah melampaui persyaratan minimum 15% yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun penyedia indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebesar 20%. Penambahan saham yang beredar di publik tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan. Dalam proses rebalancing tersebut, SCGC tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 57,1%. Secara kolektif, tiga pemegang saham utama Chandra Asri Group, yakni Barito Pacific, SCGC, dan Thai Oil, masih menguasai sekitar 74,3% saham perseroan. Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan bahwa SCGC merupakan pemegang saham jangka panjang dan mitra strategis yang telah memberikan kontribusi penting bagi perjalanan pertumbuhan Chandra Asri Group. Ia menegaskan bahwa transaksi ini mencerminkan prioritas alokasi modal SCGC dan tidak mengubah arah strategis, tata kelola, maupun komitmen Perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Chandra Asri Group tetap fokus menjalankan agenda transformasi dan rejuvenasi Perusahaan seiring penguatan portofolio bisnis energi, kimia, dan infrastruktur yang dimiliki di Asia Tenggara. Baca Juga: Resmi! 2 Saham Masuk HSC, Cek Daftar 53 Saham Konsentrasi Tinggi TPIA Jadi Saham dengan Net Sell Asing Terbesar Di tengah langkah peningkatan free float tersebut, saham TPIA justru menjadi emiten dengan aksi jual bersih (net sell) asing terbesar. Pada perdagangan Rabu 5 Agustus 2026, net sell investor asing di saham TPIA sebesar Rp 138,01 miliar, terbesar kedua setelah TLKM Rp 157,93 miliar. Sehari sebelumnya, Selasa (4/8/2026) investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp206,6 miliar di saham TPIA. Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tren menguat selama dua hari terakhir. Pada perdagangan Rabu (5/8), IHSG naik 31,53 poin atau 0,5% ke Rp 6.351,14. Sehari sebelumnya, IHSG menguat 1,37% dan ditutup di level 6.319,61. Tonton: Laba BNI Tembus Rp10,8 Triliun, Kredit Tumbuh 24,4% di Semester I 2026 Likuiditas Berpotensi Meningkat
Peningkatan free float menjadi 25,7% berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham TPIA. Semakin besar porsi saham yang beredar di publik, semakin tinggi pula peluang saham diperdagangkan secara aktif dan menarik minat investor institusi global. Selain itu, posisi free float yang telah melampaui ambang 25% dinilai memperbesar peluang TPIA memperoleh bobot yang lebih optimal apabila masuk atau memperoleh full inclusion dalam indeks MSCI di masa mendatang. TPIA resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes pada peninjauan Mei 2026 dan efektif sejak 1 Juni 2026. Hal itu karena free float saham TPIA tidak memenuhi syarat MSCI.
WIKA Masuk Status Selective Default, Pefindo Pangkas Peringkat