Resmi Melantai di BEI, Saham Harta Djaya Karya (MEJA) Sempat Naik 9,7%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari SeninĀ (12/2). MEJA menjadi emiten ke-14 yang listing di BEI pada tahun 2024.

Pada perdagangan perdana, hingga pukul 09:01 WIB, saham MEJA naik 9,7% ke posisi harga Rp 113 per saham. Namun, hingga pukul 09.01 WIB, harga saham MEJA turun 5,83% ke Rp 97 per saham.

Perusahaan dekorasi eksterior dan interior ini menawarkan sebanyak 480 juta saham dalam initial public offering (IPO) dengan harga penawaran umum sebesar Rp 103 per saham.


Baca Juga: Mencari Penghuni Baru Yang Bertaji

Dengan begitu, MEJA berhasil mengantongi dana segar Rp 49,44 miliar. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah MNC Sekuritas dan Erdikha Elit Sekuritas.

Bersamaan dengan penawaran umum ini, Harta Djaya Karya juga menerbitkan maksimal 480 juta waran seri I secara gratis.

Setiap pemegang satu saham baru akan memperoleh satu waran seri I. Setiap waran, memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perseroan dengan harga Rp 115. Total pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 60 miliar.

Rencananya, dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk beberapa hal.

Sekitar 72% atau Rp 32,716 miliar akan digunakan untuk modal kerja perseroan antara lain namun tidak terbatas untuk pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain interior dan pengadaan furnitur.

Baca Juga: Harta Djaya Karya (MEJA) Pasang Harga IPO Rp 103 Per Saham

Sekitar 24% atau Rp 10,905 miliar akan digunakan untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan.

Sedangkan sisanya, yaitu 4% atau sekitar Rp 1,81 miliar akan digunakan untuk untuk sewa bangunan dan kendaraan serta pengembangan sistem informasi dan jaringan.

Asal tahu saja, Harta Djaya Karya bergerak di bidang bergerak dalam bidang dekorasi ekterior, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, aktivitas desain peralatan rumah tangga dan furnitur, dekorasi interior, konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung perkantoran, konstruksi gedung hunian, dan konstruksi gedung lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli