JAKARTA. Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) untuk memberikan bebas visa kunjungan bagi wisatawan dari 169 negara. Perpres Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan ditandatangani Presiden pada 2 Maret 2016 dan diundangkan pada 10 Maret 2016 oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, demikian informasi yang diunggah Sekretariat Kabinet dalam lamannya, Jumat (18/3). Perpres tersebut menyatakan, bebas visa kunjungan diberikan kepada penerima bebas visa kunjungan dengan memperhatikan asas timbal balik dan asas manfaat, dan tidak diberikan atas kunjungan dalam rangka jurnalistik.
Penerima bebas visa kunjungan, menurut Perpres itu, dibebaskan dari kewajiban memiliki visa kunjungan untuk masuk wilayah Indonesia, dan dapat masuk ke wilayah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu. "Penerima bebas visa kunjungan diberikan izin tinggal kunjungan untuk waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari, dan tidak dapat diperpanjang masa berlakunya atau dialihstatuskan menjadi izin tinggal lainnya," bunyi Pasal 4 ayat (1,2) Perpres tersebut. Dalam keadaan tertentu yang berkaitan dengan keamanan negara dan kesehatan masyarakat, tegas Perpres No. 21 Tahun 2016 itu, Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia, dapat menghentikan sementara bebas Visa kunjungan untuk negara, pemerintahan wilayah administratif khusus suatu negara, atau entitas tertentu. Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, maka Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2015, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Berikut nama-nama negara tersebut 1. Afrika Selatan 58. Italia 115. Polandia 2. Albania 59. Jamaika 116. Portugal 3. Aljazair 60. Jepang 117. Puerto Rico 4. Amerika Serikat 61. Jerman 118. Qatar 5. Andorra 62. Kamboja 119. Republik Dominika 6. Angola 63. Kanada 120. Romania 7. Antigua dan Barbuda 64. Kazakhstan 121. Rusia 8. Arab Saudi 65. Kenya 122. Rwanda 9. Argentina 66. Kepulauan Marshall 123. Saint Kittts dan Navis 10. Armenia 67. Kepulauan Solomon 124. Saint Lucia 11. Australia 68. Kiribati 125. Saint Vincent dan Grenadis 12. Austria 69. Komoro 126. Samoa 13. Azerbaijan 70. Korea Selatan 127. San Marino 14. Bahama 71. Kosta Rika 128. Sao Tome dan Principe 15. Bahrain 72. Kroasia 129. Selandia Baru 16. Bangladesh 73. Kuba 130. Senegal 17. Barbados 74. Kuwait 131. Serbia 18. Belanda 75. Kyrgystan 132. Seychelles 19. Belarusia 76. Laos 133. Singapura 20. Belgia 77. Latvia 134. Siprus 21. Belize 78. Lebanon 135. Slovakia 22. Benin 79. Lesotho 136. Slovenia 23. Bhutan 80. Lichtenstein 137. Spanyol 24. Bolivia 81. Lithuania 138. Sri Lanka 25. Bosnia dan Herzegovina 82. Luksemburg 139. Suriname 26. Botswana 83. Macao (SAR) 140. Swaziland 27. Brazil 84. Madagaskar 141. Swedia 28. Brunei Darussalam 85. Makedonia 142. Swiss 29. Bulgaria 86. Maladewa 143. Taiwan 30. Burkina Faso 87. Malawi 144. Tajikistan 31. Burundi 88. Malaysia 145. Tahta Suci Vatikan 32. Cheko 89. Mali 146. Tanjung Verde 33. Chad 90. Malta 147. Tanzania 34. Chili 91. Maroko 148. Thailand 35. Denmark 92. Mauritania 149. Timor Leste 36. Dominika (Persemakmuran) 93. Mauritius 150. Togo 37. Ekuador 94. Meksiko 151. Tonga 38. El Salvador 95. Mesir 152. Trinidad dan Tobago 39. Estonia 96. Moldova 153. Tunisia 40. Fiji 97. Monako 154. Turki 41. Filipina 98. Mongolia 155. Turkmenistan 42. Finlandia 99. Mozambik 156. Tuvalu 43. Gabon 100. Myanmar 157. Uganda 44. Gambia 101. Namibia 158. Ukraina 45. Georgia 102. Nauru 159. Uni Emirat Arab 46. Ghana 103. Nepal 160. Uruguay 47. Grenada 104. Nikaragua 161. Tiongkok 48. Guatemala 105. Norwegia 162. Uzbekistan 49. Guyana 106. Oman 163. Vanuatu 50. Haiti 107. Palau 164. Venezuela 51. Honduras 108. Palestina 165. Vietnam 52. Hongaria 109. Panama 166. Yordania 53. Hongkong (SAR) 110. Pantai Gading 167. Yunani 54. India 111. Papua Nugini 168. Zambia
55. Inggris 112. Paraguay 169. Zimbabwe 56. Irlandia 113. Prancis 57. Islandia 114. Peru Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News